Airlangga Sebut Sektor Properti jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mencatat adanya geliat penjualan rumah yang tumbuh 15,11 persen sepanjang semester I/2023
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/1/2023). BPMI Setpres RI.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/1/2023). BPMI Setpres RI.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyebut, sektor properti menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Airlangga memaparkan sepanjang semester I/2023, ekonomi RI tercatat tumbuh 5,17 persen dan inflasi RI terkendali di level 3,27 persen, diikuti dengan kinerja ekspor yang tetap positif sebesar 3,12 juta.

"Industri properti merupakan salah satu sektor unggulan yang dapat mendorong perekonomian Indonesia. Kontribusi pada kuartal kedua adalah 9,48 persen untuk sektor konstruksi dan 2,4 persen untuk sektor real estate," tuturnya dalam agenda The International Real Estate Federation (FIABCI) Trade Mission 2023 di Jakarta, Selasa, (19/9/2023).

Airlangga juga mencatat adanya geliat penjualan rumah yang tumbuh 15,11 persen sepanjang semester I/2023. Angka tersebut membaik usai sektor properti sempat dilanda 'badai' penjualan pada masa Pandemi Covid-19 lalu.

Dari sisi kebutuhan pasar, indeks permintaan properti komersial pada kategori sewa tumbuh 5,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, indeks permintaan properti komersial untuk penjualan juga dilaporkan meningkat tipis sebesar 0,4 persen.

Lebih lanjut, Airlangga juga menekankan besarnya daya tarik investasi pada sektor area perkantoran dan perumahan yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Pasalnya, industri perumahan dan area perkantoran saat ini dilaporkan merupakan kontributor terbesar ke-4 penyumbang investasi terbesar.

Untuk itu, Airlangga mendorong percepatan penerapan golden visa yang diharapkan mampu menjaring lebih banyak lagi minat asing untuk berinvestasi di Indonesia.

"Dengan adanya peraturan baru ini, diharapkan daya saing Indonesia akan lebih baik dan minat warga negara asing untuk berinvestasi, membeli, dan memiliki properti akan meningkat seiring dengan meningkatnya investasi asing," pungkas Airlangga.

Masih dalam rangka menstimulasi permintaan di sektor properti, pemerintah juga dilaporkan telah mengeluarkan kebijakan prioritas, salah satunya, yakni 100 persen loan to value sebagai pembiayaan untuk membayar kredit properti yang akan berlaku hingga akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper