Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jauh Dari Target Rp1.112 T, Realisasi Belanja Pengadaan Barang Jasa Baru Rp387 T

Realisasi pengadaan barang/jasa pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah baru Rp387,81 triliun atau 34,9 persen dari target senilai Rp1.112,45 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (1/8/2023).  Instagram @smindrawati.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (1/8/2023).  Instagram @smindrawati.

Bisnis.com, JAKARTA –– Kementerian Keuangan mencatat realisasi lelang pengadaan barang/jasa pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) tercatat baru sebesar Rp387,81 triliun atau 34,9 persen dari target senilai Rp1.112,45 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan saat ini kebijakan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menyasar 95 persen produk dalam negeri yang digunakan di Kementerian/Lembaga pusat maupun daerah. 

Rencananya, pengadaan barang dan jasa mencapai Rp1.112,45 triliun dengan 5,3 juta paket pengadaan. Sementara realisasinya baru Rp387,81 triliun dengan 768.000 paket pengadaan. 

“Ini artinya masih banyak sekali belanja yang masih bisa dioptimalkan, saya berharap pengadaan barang dan jasa dalam 6 bulan terakhir pada 2023 betul-betul bisa memacu penggunaan produk dalam negeri,” kata Sri Mulyani, Kamis (3/8/2023). 

Dari nilai realisasi tersebut, sebesar Rp216,36 T, atau 55,79 persen, adalah PDN sedangkan sisanya masih dalam proses verifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 

Bendahara Negara tersebut mengungkapkan akan terus mendukung berbagai aktivitas dalam rangka menggunakan APBN sebagai instrumen yang sangat penting di dalam peningkatan dan memperkuat penggunaan produk dalam negeri. 

Pemerintah juga mendorong peningkatan realiasi belanja yang ditujukan kepada produk UMKM serta artisan senilai Rp250 triliun dalam APBN. 

Sementara untuk transaksi melalui E-Katalog, diharapkan dapat mencapai nilai transaksi senilai Rp500 triliun. 

“Saya mengharapkan kebutuhan barang/jasa seluruh Satker dapat diakomodasi dari E-Katalog, tentunya dengan produk-produk dalam negeri,” ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper