Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sederet Tantangan dan Potensi Industri Perikanan

Industri perikanan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi di balik potensinya yang besar.
Industri perikanan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi di balik potensinya yang besar. Bisnis/Paulus Tandi Bone
Industri perikanan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi di balik potensinya yang besar. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya laut yang sangat besar, terutama di sektor perikanan. Namun, untuk mencapai pertumbuhan dan keberlanjutan yang optimal, industri perikanan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.

Utari Octavianty, CoFounder & Chief Sustainability Officer Aruna menyampaikan dengan garis pantai yang panjang dan wilayah perairan yang luas, Indonesia memiliki berbagai komoditas perikanan, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya.

Persaingan yang ketat dalam memperoleh pasokan bahan baku ikan segar menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh industri perikanan di Indonesia. Hal ini tentunya berdampak ke industri pengolahan perikanan dalam memenuhi kebutuhan produksi yang stabil dan berkualitas.

Selain itu, masalah illegal fishing dan overfishing juga menjadi tantangan serius. Praktik-praktik ilegal tersebut dapat merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlanjutan sumber daya ikan.

Tantangan lainnya adalah adanya persyaratan ekspor yang semakin ketat. Negara-negara tujuan ekspor mengharuskan produk perikanan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang tinggi.

"Peningkatan pemahaman dan penerapan standar tersebut merupakan tantangan bagi pelaku industri perikanan dalam meningkatkan daya saing dan akses ke pasar internasional," jelas Utari Octavianty dalam keterangan resmi, Senin (24/7/2023).

Sebagai perusahaan perikanan terintegrasi terbesar di Indonesia, Aruna telah menghubungkan dan memasarkan hasil tangkapan nelayan lokal ke pasar domestik dan global.

Melalui jaringan nelayan yang luas tersebar di 31 provinsi di seluruh Indonesia, Aruna mengumpulkan hasil tangkapan komoditas perikanan dari berbagai daerah, sebagai upaya memenuhi kebutuhan stok akan komoditas perikanan.

Didukung oleh lebih dari 40.000 nelayan binaan, beberapa waktu lalu Aruna telah melakukan pelepasan kontainer sebanyak 20 ton produk perikanan hasil nelayan binaan Aruna yang berada di wilayah Desa Sejahtera Astra di Bangkalan, Jawa Timur. Varian komoditas produk perikanan tersebut diperuntukkan bagi industri pengolahan perikanan di seluruh wilayah Indonesia.

Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh menggandeng nelayan Aruna di Aceh melakukan pelepasan kontainer ekspor yang berisikan 10 ton tuna saku dan tuna loin hasil tangkapan nelayan lokal setempat untuk memenuhi kebutuhan kerajaan Saudi Arabia.

Di sisi lain, Aruna tidak hanya fokus pada peningkatan ketersediaan ikan, tetapi juga mendorong diversifikasi produk perikanan. Dengan memperluas variasi produk yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas tertentu. Diversifikasi ini juga bisa meningkatkan nilai tambah produk perikanan serta kesejahteraan nelayan.

“Kami mengedukasi dan mendorong nelayan Aruna untuk mulai menangkap semua ragam ikan yang ada. Karena kita tahu, jenis ikan tertentu itu tergantung musim ikan juga, jadi kami dorong nelayan kami untuk menangkap komoditas apapun sehingga mereka tetap produktif, tetap ada hasil tangkapan setiap harinya. Selain itu, dengan bantuan teknologi yang kami kembangkan di internal, kami juga bisa tahu jadwal musim ikan tiap bulannya yang berbeda-beda, dan ini juga kami sampaikan ke nelayan kami, agar mereka dapat lebih semangat lagi dalam melaut,” ujar Utari Octavianty.

Melalui pendekatan penangkapan yang berkelanjutan, Aruna terus mengedukasi nelayan untuk menerapkan praktik penangkapan yang ramah lingkungan dan memastikan perlindungan terhadap ikan yang masih kecil atau terancam punah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper