Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Sebut Logistik RI Kalah Saing, SCI Beri 3 Rekomendasi

Supply Chain Indonesia (SCI) mengusulkan 3 rekomendasi usai Sri Mulyani menyebut sistem logistik RI kalah saing dari negara tetangga di Asean.
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan 3 hal yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki sektor logistik nasional usai disebut Menteri Keuangan Sri Mulyani kalah saing dari negara tetangga. Revisi peraturan dan pembentukan lembaga khusus menjadi poin utama dalam rekomendasi tersebut.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan perbaikan logistik harus dilakukan dengan perencanaan lintas Kementerian) Lembaga terkait secara terintegrasi. Perbaikan ini juga harus melibatkan para pemangku kepentingan, terutama para pelaku usaha.

Setijadi mengatakan SCI memiliki 3 rekomendasi untuk memperbaiki sistem logistik Indonesia. Pertama, Pemerintah sebaiknya merevisi Perpres 26/2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional untuk menyesuaikan dengan perkembangan bisnis dan perdagangan, teknologi, dan globalisasi selama lebih dari 10 tahun ini. 

Kedua, Setijadi merekomendasikan pembentukan UU logistik karena kebutuhan regulasi yang kuat dalam sektor ini. Selain itu, peraturan ini diperlukan untuk memayungi peraturan-peraturan perundangan di bawahnya. 

Sebagai gambaran, sektor-sektor transportasi sebagai bagian sistem logistik justru diatur dalam bentuk UU, yaitu: UU 23/2007 tentang Perkeretaapian, UU 17/2008 tentang Pelayaran, UU 1/2009 tentang Penerbangan, dan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ketiga, pembentukan lembaga permanen bidang logistik mengingat sektor logistik merupakan industri yang bersifat multisektoral dan multistakeholders.

"Sektor logistik berkaitan dengan sejumlah kementerian/lembaga bahkan beberapa kementerian koordinator. Logistik juga menyangkut tidak hanya kepentingan pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah," jelas Setijadi dalam keterangan resminya, Senin (12/6/2023).

Adapun, SCI juga mengapresiasi peluncuran Sistem Indonesia National Single Window atau SINSW oleh Lembaga National Single Window (LNSW). Menurutnya, SINSW diharapkan meningkatkan dan memperluas cakupan layanan yang real time dalam mendukung percepatan pelaksanaan berusaha dan alur proses perdagangan internasional.

SINSW akan lebih memudahkan pelaku usaha dalam penanganan dokumen terkait proses bisnis ekspor-impor yang terintegrasi, transparan, dan efisien.

Setijadi melanjutkan, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi semua kementerian/lembaga terkait melalui penguatan sistem maupun kelembagaan dalam pengembangan INSW yang menunjukkan perkembangan dan hasil yang baik, sehingga diharapkan dapat mempengaruhi peningkatan kinerja logistik Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa logistic performance index Indonesia masih kalah kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean dan negara berkembang lainnya.

"Oleh karena itu, upaya terus menerus memperbaiki sinergi kementerian dan lembaga dalam rangka menyederhanakan pelayanan itu menjadi salah satu keharusan,” katanya dalam diskusi INSW, Jumat (9/6/2023).

Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam memperbaiki sistem logistik.

Sri Mulyani mengatakan, dalam hal ini pemerintah terus melakukan upaya membangun infrastruktur di berbagai kawasan Indonesia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper