Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: El Nino Ancam Inflasi, Pensiun Budi Waseso Tertunda

Selain menyebabkan suhu panas yang ekstrem, El Nino bisa berdampak pada sektor pangan. Indonesia harus mengantisipasi terjadinya dampak negatif El Nino.
Foto udara lahan gambut yang dijadikan areal tanam sawit: masih tampak sisa terbakar./KLHK-Istimewa
Foto udara lahan gambut yang dijadikan areal tanam sawit: masih tampak sisa terbakar./KLHK-Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena El Nino menjadi ancaman bagi seluruh dunia termasuk Indonesia.  Selain menyebabkan suhu panas yang ekstrem, El Nino bisa berdampak pada sektor pangan. Indonesia pun harus mengantisipasi terjadinya dampak negatif dari tibanya El Nino tersebut.

Sementara itu, Budi Waseso alias Buwas harus menunda rencananya jalan-jalan di saat pensiun karena dia kembali ditunjuk untuk memimpin Bulog.

Berita tentang El Nino dan Buwas yang kembali ditunjuk menjadi pemimpin Bulog bersama berita lainnya dihadirkan secara analitis dan lebih mendalam di Bisnisindonesia.id.

Berikut lima berita pilihan yang dikemas dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Senin, 1 Mei 2023.  

1. El Nino, Ancaman Baru Penekan Inflasi 2023

Selain menyebabkan suhu panas yang ekstrem, El Nino bisa berdampak pada sektor pangan. Indonesia pun harus mengantisipasi terjadinya dampak negatif dari tibanya El Nino. Kesiapan pangan menjadi fokus agar Indonesia tidak mengalami gangguan pangan yang berdampak pada terjadinya inflasi.

Langkah antisipasi disiapkan pemerintah atas prediksi bahwa dunia dapat mengalami rekor suhu rata-rata baru pada 2023 atau 2024 akibat perubahan iklim dan kembalinya fenomena El Nino.

Indonesia pernah mengalami dampak buruk El Nino pada 2015 saat kebakaran lahan dan hutan terjadi di sejumlah wilayah.

"El Nino biasanya dikaitkan dengan suhu yang memecahkan rekor di tingkat global. Apakah ini akan terjadi pada tahun 2023 atau 2024 belum diketahui, tetapi, saya pikir, lebih mungkin terjadi daripada tidak," kata Direktur Layanan Perubahan Iklim Uni Eropa, Copernicus, Carlo Buontempo, seperti dikutip Bisnis.com dari Reuters, Jumat (21/4/2023). 

Menurut Friederike Otto, dosen senior di Institut Grantham Imperial College London, suhu yang dipicu El Nino dapat memperburuk dampak perubahan iklim yang sudah terjadi, termasuk gelombang panas yang parah, kekeringan, dan kebakaran hutan. 

“Jika El Niño benar-benar berkembang, ada kemungkinan besar tahun 2023 akan lebih panas dari tahun 2016 – mengingat dunia terus menghangat karena manusia terus membakar bahan bakar fosil,” kata Otto. 

2. Performa Manufaktur China Loyo, Bayangi Target PDB 5 Persen

Tekanan pada perekonomian China ternyata masih berlanjut setelah aktivitas manufaktur justru menyusut pada April.

Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pemerintah China yang berusaha untuk meningkatkan ekonomi usai lepas dari strategi zero covid di tengah permintaan global yang lemah.

Purchasing managers index (PMI) China tercatat 49,2 pada April, turun dari 51,9 pada Maret, berdasarkan data Biro Statistik Nasional, seperti dilaporkan Reuters pada Minggu (30/4/2023).

Angka ini meleset dari ekspektasi 51,4 yang diperkirakan oleh para ekonom dan menandai kontraksi pertama sejak Desember tahun lalu, ketika PMI manufaktur resmi berada di level 47,0.

Permintaan ekspor baru turun menjadi 47,6 pada April dari 50,4. Hal itu juga merefleksikan lemahnya permintaan global.

Sektor manufaktur, bersama dengan konstruksi, pertambangan, dan utilitas terhadap produk domestik bruto mencapai hampir 40 persen pada 2021.

Untuk itu, aktivitas produksi berperan signifikan terhadap indikator keberhasilan Pemerintah China untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada tahun ini.

Ekonomi China tumbuh pada laju yang lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama berkat konsumsi jasa yang kuat, tetapi output pabrik tertinggal di tengah pertumbuhan global yang lemah. Perlambatan harga dan lonjakan simpanan bank menimbulkan keraguan tentang permintaan.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: El Nino Ancam Inflasi, Pensiun Budi Waseso Tertunda

Untuk meningkatkan perdagangan dan lapangan kerja, kabinet minggu ini meluncurkan rencana-rencana, termasuk mendukung ekspor mobil, memfasilitasi visa untuk para pebisnis dari luar negeri dan memberikan subsidi untuk perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan lulusan perguruan tinggi.

Sementara itu, kepercayaan di sektor properti yang selama bertahun-tahun menjadi pilar pertumbuhan di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini, masih rapuh. PMI non-manufaktur turun tipis menjadi 56,4 dibandingkan 58,2 pada Maret.

Data resmi April 2023 menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel meningkat di bulan Maret dan mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir, namun masih berada di level yang rendah dan ada kehati-hatian di antara para ekonom mengenai keberlanjutan kekuatan tersebut.

3. Pilar Kuat Emiten Batu Bara Kala Proyeksi Harga Turun Tajam

Top 5 News Bisnisindonesia.id: El Nino Ancam Inflasi, Pensiun Budi Waseso Tertunda
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021)./Bloomberg-Dimas Ardian

Performa emiten batu bara masih kokoh di tengah proyeksi penurunan tajam harga komoditas emas hitam tersebut. Bank Dunia melaporkan bahwa komoditas global diperkirakan mengalami penurunan laju tercepat, dan batu bara mengalami penurunan yang paling dalam.

Berdasarkan laporannya, bank Dunia memprediksi bahwa harga batu bara akan turun 43 persen secara yoy pada 2023. Angka tersebut paling tajam dibandingkan harga komoditas energi lainnya. Selanjutnya pada 2024, harga batu bara akan turun 23 persen secara yoy.

Meski begitu, emiten batu bara pelat merah telah mengantongi performa cukup kokoh. Misalnya saja anak usaha MIND ID, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) berhasil menjaga kinerja positif dengan pembukuan laba Rp1,2 triliun sepanjang kuartal I/2023.

Capaian laba bersih didorong oleh peningkatan kinerja operasional perseroan dengan pertumbuhan produksi batu bara sebesar 7 persen secara year-on-year (yoy). 

Total produksi batu bara PTBA pada triwulan I/2023 mencapai 6,8 juta ton, tumbuh 7 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 6,3 juta ton,

Kenaikan produksi itu seiring dengan melonjaknya volume penjualan batu bara sebesar 26 persen menjadi 8,8 juta ton. Periode kuartal I/2023, PTBA mencatat penjualan ekspor batu bara sebesar 3,6 juta ton. Angka itu naik 59 persen yoy jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 5,2 juta ton atau tumbuh 10 persen secara tahunan.

 4. Jasa Marga Petik Berkah Keuntungan Lonjakan Trafik Kendaraan

Pulihnya mobilitas pasca dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di akhir tahun 2022 dan diizinkannya mudik Lebaran 2023 memang berdampak pada peningkatan arus lalu lintas. Tentunya, akan berefek positif bagi perolehan pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk tahun ini.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, emiten berkode JSMR berhasil membukukan laba bersih pada tiga bulan pertama sebesar Rp497,6 miliar. Angka ini naik 58,0 persen jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2022.

Peningkatan kinerja positif perseroan juga tercermin dari pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp3,4 triliun atau tumbuh 6,0 persen yang merupakan kontribusi dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp3,0 triliun yang meningkat 2,7 persen dari kuartal I tahun 2022. Kemudian, kontribusi kinerja pendapatan usaha Lain sebesar Rp372,2 miliar atau naik 44,4 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Realisasi EBITDA perseroan mencapai Rp2,2 triliun dengan margin di atas 60 persen yaitu mencapai level 64,3 persen di tengah pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru dan peningkatan mobilisasi masyarakat yang menjadi katalis positif atas kenaikan volume lalu lintas perseroan.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: El Nino Ancam Inflasi, Pensiun Budi Waseso Tertunda

5. Budi Waseso dan Rencana Pensiun yang Tertunda

Budi Waseso alias Buwas harus menunda niatnya jalan-jalan di masa pensiun usai kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama Perum Bulog. 

Penunjukkan Buwas kembali memimpin Bulog ditetapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melalui Salinan Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-91/MBU/04/2023 tanggal 27 April 2023 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.

Buwas telah menduduki posisi yang sama sejak April 2018 usai ditetapkan oleh Menteri BUMN kala itu, Rini Soemarno melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/04/2018. 

Dalam beberapa kesempatan, Budi tak keberatan posisi itu diberikan kepada sosok lain saat dirinya memasuki masa pensiun. 

Sebelum terbit keputusan, Menteri Erick Thohir disebut-sebut menyimpan dua hingga tiga nama yang akan menjadi Dirut Bulog berikutnya. Pada awal Maret, Erick menyebut proses itu masih berjalan.

Dia menjelaskan, pemilihan direksi BUMN, baik Himbara, Bulog hingga Telkom, akan dilihat dari berbagai aspek, termasuk salah satunya tes penilaian akhir (TPA). Nantinya, akan diajukan 2 hingga 3 nama, untuk selanjutnya dipilih sebagai direksi BUMN.

Erick sempat tidak memberikan komentar saat ditanya apakah Buwas berpeluang kembali dicalonkan sebagai Dirut Perum Bulog. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menambahkan, nama-nama tersebut akan diumumkan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. 

Di tengah isu pergantian pimpinan Bulog, Erick malah kembali menunjuk Budi Waseso sebagai Dirut Bulog.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Saeno
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper