Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

H+2 Lebaran, Mobil Pribadi Dominasi Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Arus balik libur Lebaran di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan berlangsung hingga H+10.
Foto udara kendaraan pemudik memenuhi kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (19/4/2023). Melonjaknya jumlah pemudik dari Bali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tersebut menyebabkan antrean memasuki kapal hingga 9 jam. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nym.
Foto udara kendaraan pemudik memenuhi kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (19/4/2023). Melonjaknya jumlah pemudik dari Bali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tersebut menyebabkan antrean memasuki kapal hingga 9 jam. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nym.

Bisnis.com, JAKARTA – Arus balik libur Lebaran 2023 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada H+2 Idulfitri 1444 H didominasi mobil pribadi.

General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Muhammad Yasin mengatakan peningkatan penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk sejak Senin (24/4) atau H+1 hingga H+2 Lebaran mencapai 25 persen.

"Sementara untuk kendaraan roda empat atau mobil pribadi mendominasi sejak kemarin hingga hari ini, dan peningkatannya sekitar 15 persen," ujar Yasin di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (25/4/2023)..

Menurutnya, arus balik libur Lebaran di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan berlangsung hingga H+10 Lebaran, karena biasanya masyarakat khususnya yang bekerja swasta berlama-lama di kampung halamannya.

"Sudah jadi karakteristik mereka ketika mudik, berlama-lama di kampung halamannya bersama keluarga," ujar dia.

Yasin mengungkapkan, kondisi Pelabuhan Gilimanuk (Bali) saat ini juga lengang, tidak seperti pada H-4 hingga H-1 Lebaran yang begitu sangat padat.

"Tapi alhamdulillah saat itu bisa teratasi, dengan mengoptimalkan dermaga yang ada, dan mengoperasikan kapal feri untuk mengangkut pemudik ketika itu. Strategi itulah yang akan kami gunakan kembali ketika arus balik Lebaran dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk," ujar Yasin.

Yasin menjelaskan, strategi itu akan kembali dilakukan serupa apabila terjadi antrean panjang di Pelabuhan Ketapang saat arus balik.

"Di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ada tujuh pasang dermaga yang dioperasikan, ditambah lagi satu dermaga gerak atau movable brigde yang biasanya digunakan kapal feri rute Ketapang-Lembar," ungkapnya.

Yasin menambahkan, ASDP Ketapang juga menyiapkan dua kapal feri kapasitas besar sebagai upaya antisipasi lonjakan penumpang pada arus balik Lebaran.

"Ada juga dua kapal berukuran besar yang kami siapkan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan arus balik, yakni KMP Jatra II dan KMP Parama," ujarnya.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk mencatat pada, Senin (24/4) kemarin (H+1 Lebaran) jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk (Bali) sebanyak 43.086 penumpang dalam kendaraan maupun pejalan kaki, jumlah kendaraan roda dua (sepeda motor) sekitar 4.630 unit, dan mobil pribadi sekitar 4.900 unit.

Sehari sebelumnya, pada Minggu (23/4) atau hari kedua Lebaran jumlah penumpang dalam kendaraan dan pejalan kaki yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk tercatat 32.139 orang, dan sepeda motor sekitar 2.500 unit serta mobil pribadi 2.900 unit.

Pada H+2 Lebaran hari ini arus balik terpantau ramai lancar, sedangkan kapal feri yang dioperasikan juga normal, yakni sebanyak 28 armada kapal feri, dari 49 kapal yang sudah disiapkan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper