Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonom: Konsumsi Masyarakat Diproyeksi Tumbuh 5 Persen pada Kuartal II/2023

Pertumbuhan konsumsi mampu menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2023 yang diperkirakan akan mencapai sekitar 5 persen secara tahunan.
Warga beraktivitas dengan latar gedung bertingkat di Jakarta, Senin (13/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga beraktivitas dengan latar gedung bertingkat di Jakarta, Senin (13/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Senior Economist DBS Bank Radhika Rao memaparkan konsumsi masyarakat akan tumbuh 4,8-5 persen pada kuartal II/2023 dibandingkan kuartal sebelumnya di tengah momen Ramadan dan Idul Fitri.

Pertumbuhan konsumsi mampu menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2023 yang diperkirakan akan mencapai sekitar 5 persen secara tahunan.

"Pada kuartal ini akan banyak libur dan perayaan sehingga orang mulai berbelanja di awal Ramadhan. Maka, terlihat ada penguat musiman di angka pertumbuhan konsumsi masyarakat," kata Radhika kepada Bisnis, dikutip Rabu (28/3/2023).

Dia menjelaskan sepanjang 2023, konsumsi masyarakat akan lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya, karena masyarakat tidak lebih banyak membelanjakan uang mereka lantaran adanya perbatasan Covid-19. 

Meski demikian, konsumsi masyarakat akan ditopang oleh peningkatan upah minimum regional (UMR) yang rata-rata mencapai 7 persen pada 2023.

Adapun, konsumsi masyarakat yang diperkirakan masih bertumbuh pada 2023, ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia masih akan tumbuh sekitar 5 persen secara tahunan sepanjang 2023.

"Kita telah kembali ke level rata-rata sebelum pandemi, yakni 5 persen, bahkan angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu," lanjutnya.

Tak hanya itu, investasi juga diperkirakan masih tumbuh karena ditopang kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi komoditas sumber daya alam (SDA). Namun, pertumbuhan ini masih tertahan dengan adanya peningkatan cost of financing, kenaikan suku bunga acuan.

"Kami berharap surplus neraca berjalan untuk tahun ketiga berturut-turut, tetapi perkiraan ini masih bisa berubah lantaran mendekati tahun pemilu," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper