Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Badan Geologi Identifikasi Wilayah Panas Bumi Dieng Simpan Potensi Lithium

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi adanya potensi sumber daya lithium baru di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Dieng
Baterai Lithioum Ion. /Reuters
Baterai Lithioum Ion. /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi adanya potensi sumber daya lithium di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Dieng.

WKP yang saat ini dikerjakan PT Geo Dipa Energi (Persero) itu belakangan tengah menjadi fokus badan pemetaan sumber daya mineral tersebut. 

“Lithium itu ada di air asin, di panas bumi Dieng, itu mengandung seberapanya saya tidak hafal,” kata Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (2/3/2023). 

Sugeng menuturkan, kandungan lithium itu berasal dari air asin yang ikut terangkut saat pengeboran sumur panas bumi di kawasan tinggi Dieng tersebut. 

Adapun, air asin itu diperkirakan berasal dari campuran reaksi kimia atau air laut. Hanya saja, dia mengatakan, lembaganya masih mengidentifikasi lebih lanjut ihwal potensi sumber daya mineral kritis tersebut. 

“[Lithium] terbentuknya dulu saat laut atau ada reaksi kimia, kalau di situ saya belum pelajari detail,” kata dia. 

Sebenarnya, kata dia, temuan awal lithium dari WKP Dieng itu sudah berhasil diidentifikasi sejak 2 dua tahun lalu. Kendati demikian, Badan Geologi masih mempelajari data awal yang muncul untuk dikembangkan secara komersial. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjajaki peluang kerja sama terkait lithium.

“Saat ini Indonesia berfokus untuk mengembangkan dan memperluas industri hilir, dalam hal ini industri baterai lithium. Untuk memenuhi target kami menjadi produsen baterai lithium terbesar di dunia, kami berharap dapat meningkatkan impor lithium dari Australia,” kata Luhut melalui keterangan resminya, Selasa (14/2/2023).

Luhut memaparkan bahwa pada 2021, Indonesia-Australia telah menandatangani pernyataan bersama tentang Kerja Sama Ekonomi Hijau dan Transisi Energi.

Untuk itu, Luhut berharap dengan adanya kolaborasi seperti ini, maka manfaat ekonomi bagi kedua negara bisa didapatkan.

“Sehingga kita bisa bersama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan kebutuhan industri baterai secara global dan semoga pertemuan saya dengan PM Albanese di Gedung Parlemen Australia kali ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia khususnya di sektor ekonomi terjalin lebih kuat dan konstruktif bersama-sama,” ucap Luhut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper