Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Kpop Kembali Membara, Laba SM Entertainment Melonjak 70 Persen

Laba operasional SM Entertainment yang berbasis di Seoul ini mencapai US$19,5 juta atau 25,2 miliar won pada kuartal IV/2022.
NCT Dream. /SM Entertainment
NCT Dream. /SM Entertainment

Bisnis.com, JAKARTA - Laba agensi Kpop SM Entertainment melonjak 70 persen setelah kembalinya konser dan acara langsung di luar negeri, di tengah upaya bersaing dengan manajemen BTS Hybe Co.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (20/3/2023), laba operasional perusahaan yang berbasis di Seoul ini mencapai US$19,5 juta atau 25,2 miliar won pada kuartal IV/2022. Adapun naik 18,2 persen menjadi 256,4 miliar won pada periode tersebut berdasarkan jumlah konser 35 kali lipat dari tahun lalu.

SM Entertainment memperkirakan margin laba dari konser musik akan terus meningkat pada paruh pertama tahun ini. Boyband NCT DREAM dan duo pop TVXQ! berencana untuk mengadakan lebih dari 50 konser, sementara girlband Aespa merencanakan 10 konser lainnya di Jepang dalam enam bulan pertama tahun ini.

SM mengatakan bahwa mereka akan mengumumkan rincian lebih lanjut tentang investasi dan rencana ekspansi global mereka akhir bulan ini. Sementara itu, Pionir agensi Kpop ini kembali menjajaki pertempuran dengan mengambil alih nama-nama besar di industri hiburan Korea.

Ini dimulai dengan mundurnya pendiri Lee Soo-man dalam sebuah kudeta di ruang rapat bulan lalu. Media sosial Kakao Corp. berusaha membeli 9 persen saham SM, kemudian Lee membalas dengan menjual 14,8 persen sahamnya kepada Hybe.

Hybe yang mengelola NewJeans dan Tomorrow X Together, juga meluncurkan penawaran tender untuk membeli sebanyak 25 persen saham dari para investor.

"Ini menjadi pertarungan yang kacau. Hybe ingin mengakuisisi SM untuk mempertahankan dominasinya di pasar. Dan bagi Kakao, kesepakatan dengan SM sangat penting untuk meningkatkan nilai unit hiburannya menjelang IPO." kata analis di Hyundai Motor Securities Kim Hyunyong.

Saham SM melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu, melebihi harga penawaran Hybe sebesar 120.000 per saham, karena para investor bertaruh bahwa Hybe dan Kakao akan terlibat dalam perang penawaran harga.

Spekulasi meningkat bahwa perebutan saham SM akan berlangsung lama. Bahkan, media lokal memberitakan Kakao sedang mempertimbangkan penawaran tender untuk membeli saham SM dengan harga lebih dari 130.000 won, sedangkan Hybe sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga penawaran tendernya.

Namun, saham SM turun sekitar 6 persen hari ini setelah Hybe menegaskan kembali pendiriannya, mereka tidak memiliki rencana untuk mengubah harga penawaran untuk saat ini.

"Merger Hybe yang tidak bersahabat akan mengurangi nilai perusahaan dan harga saham SM. Penggemar Kpop akan menjadi korban terbesar dari monopoli ini. Harga tiket konser jadi salah satu contohnya." jelas pihak SM.

Langkah selanjutnya akan bergantung pada hasil penawaran tender Hybe dan keputusan pengadilan atas permintaan perintah pendiri Lee untuk memblokir akuisisi Kakao atas saham SM.

Pertarungan sengit memperebutkan SM terjadi ketika popularitas Kpop terus tumbuh di luar negeri melalui platform online dan saluran media sosial seperti YouTube.

Mengamankan artis yang paling populer telah menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi agensi Kpop karena mereka menjangkau jutaan penggemar yang ingin membayar untuk konten eksklusif.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper