Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelaku Usaha Optimistis, Kunjungan Mal Capai 100 Persen Saat Nataru

Pemberlakuan PPKM level 1 membuat Pusat Perbelanjaan dapat melakukan banyak kegiatan promosi dan berbagai acara dalam menyambut libur Nataru.
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Pelaku usaha pusat perbelanjaan atau mal optimistis menjelang dan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) tingkat kunjungan mal akan mencapai 100 persen. Berbanding 2020 dan 2021, tingkat kunjungan mal saat Nataru hanya 60-70 persen.

Ketua Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan sangat menyambut baik libur Nataru tahun ini dikarenakan kondisi pandemi yang sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun lalu, meskipun masih diberlakukan Pemberlakuan Pembatasn Kegiatan Masyarakat (PPKM) tapi semua wilayah Indonesia telah berada di level 1.

“Diperkirakan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan menjelang dan pada saat Natal serta Tahun Baru nanti akan mencapai 90 persen – 100 persen dibandingkan terhadap sebelum pandemi sehingga jauh lebih baik dari tahun 2020 dan 2021,” ujar Alphonzus saat dihubugi Bisnis, Senin (12/12/2022).

Dia menuturkan dengan diberlakukannya PPKM level 1 maka Pusat Perbelanjaan dapat melakukan banyak kegiatan promosi dan berbagai acara dalam menyambut libur Nataru yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan dan penjualan.

Bagi Pusat Perbelanjaan, kata dia, Natal dan Tahun Baru adalah merupakan salah satu peak season setelah Ramadhan dan Idul Fitri. Menurutnya, secara khusus tahun ini diharapkan dapat mendorong tingkat kunjungan serta tingkat penjualan sehingga Pusat Perbelanjaan dapat menutup tahun 2022 dengan kondisi pencapaian usaha yang lebih baik setelah lebih dari dua tahun mengalami beban berat dan defisit yang berkepanjangan.

Adapun dampak inflasi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal September lalu, dia mengatakan saat ini relatif sudah terlewati. Meskipun hal itu dirasakan oleh masyarakat yang berada pada kelas menengah ke bawah, daya beli mereka turun hingga 20 persen.

"Kalau kelas menengah ke bawah turunnya bisa sekitar sampai 20 persen. Saya kira 20 persen cukup besar, tapi saya yakin hanya berlangsung 1 hingga 2 bulan," ujar Alphonzus.

Namun, saat sudah memasuki bulan Oktober, dia mengatakan daya beli masyarakat membaik terlebhi pada Desember mendatang. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2022 sebesar 120,3, lebih tinggi dibandingkan 117,2 pada bulan sebelumnya. Begitu juga IKK November 2022 yang kuat sebesar 119,1 serta tetap berada pada area optimis (>100)

"Penurunan daya beli memang sangat terasa, tapi kami memprediksi hingga Desember sudah mulai stabil," kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper