Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BPH Migas Setor Rp1,25 Triliun ke Kas Negara

BPH Migas menyetorkan PNBP sektor hilir migas yang mencapai Rp1,25 triliun atau 123,02 persen dari target yang dipatok awal tahun sebesar Rp1,08 triliun.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  16:22 WIB
BPH Migas Setor Rp1,25 Triliun ke Kas Negara
Ilustrasi distribusi migas - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor hilir minyak dan gas bumi (Migas) mencapai Rp1,25 triliun atau 123,02 persen dari target yang dipatok awal tahun sebesar Rp1,08 triliun.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan realisasi PNBP sektor hilir Migas itu telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

“PNBP BPH Migas di 2022 ini telah mencapai 123,02 persen atau Rp1,25 triliun dari target sebesar Rp1,01 triliun,” kata Erika saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (8/12/2022).

Adapun PNBP itu berasal dari setoran bidang bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1,02 triliun dan bidang gas bumi mencapai Rp224,5 miliar.

Sementara itu, BPH Migas melaporkan tren penjualan jenis BBM umum (JBU) atau komersial mengalami penurunan yang signifikan sepanjang 2022.

Erika menerangkan penurunan penjualan BBM komersial dari enam badan usaha termasuk PT Pertamina Patra Niaga itu disebabkan karena peralihan bensin dengan nilai oktan (RON) 90 atau Pertalite menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) mulai Juni 2021 lalu.

“Penurunan volume penjualan ini disebabkan adanya peralihan Pertalite yang sebelumnya adalah JBU menjadi JBKP mulai Juni 2021,” kata dia.

Berdasarkan laporan badan pengatur hilir itu, realisasi penjualan BBM komersial dari enam badan usaha di dalam negeri baru mencapai 23,05 juta kiloliter sepanjang Januari hingga September 2022. Adapun outlook penjualan BBM komersial hingga akhir tahun dipatok sebesar 31,76 juta kiloliter.

Adapun, proyeksi penjualan itu turun drastis dari torehan sepanjang 2021 dan 2020 yang masing-masing sempat mencapai 44,36 juta kiloliter dan 46,33 juta kiloliter.

“Sampai dengan September 2022, realisasi dari JBU adalah sebesar 23,05 juta kiloliter,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun BPH Migas, total volume penjualan JBU khusus BBM dari enam badan usaha mencapai di angka 19,17 juta kiloliter sepanjang Januari hingga September 2022.

Perinciannya, Pertamina Patra Niaga melaporkan penjualan sebesar 17,04 juta kiloliter, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) sebesar 1,24 juta kiloliter, ExxonMobil mencatat penjualan 719.095 kiloliter, PT Shell Indonesia sebesar 127.382 kiloliter, PT Aneka Petroindo Raya sebesar 14.403 kiloliter dan PT Vivo Energi Indonesia mencapai 26.379 kiloliter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas bph migas produksi migas investasi migas pnbp
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top