Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Masuk Highlight 2023, Erick Thohir Beberkan Progres Holding Panas Bumi

Kementerian BUMN akan memerger tiga perusahaan berpelat merah di bidang panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy, PT Geo Dipa, dan PT PLN Persero.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  17:13 WIB
Masuk Highlight 2023, Erick Thohir Beberkan Progres Holding Panas Bumi
Seorang warga memikul pupuk kandang di perladangan sekitar instalasi sumur Geothermal atau panas bumi PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir juga menjelaskan mengenai program kerja yang menjadi sorotan Kementerian yang dipimpinnya pada tahun 2023 mendatang. 

Erick menyebut, salah satu program kerja yang masuk dalam highlight tahun 2023 nanti adalah rencana aksi korporasi Pertamina Geothermal Energy.

Seperti yang diperlihatkan sebelumnya, Erick Thohir akan melakukan aksi merger tiga perusahaan berpelat merah yang bergerak di bidang panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy, PT Geo Dipa dan PT PLN Persero.

Menurutnya, potensi panas bumi Indonesia masih belum maksimal dalam pemanfaatannya. Saat ini baru sekitar 2,4 GigaWatt (GW) yang sudah digarap, sementara Indonesia memiliki potensi geothermal hingga 24 GW. 

“Nah kita sedang berusaha mengkonsolidasi aset-aset yang ada di Kementerian lain, ataupun yang ada di bumi menjadi sebuah perusahaan geothermal karena kenapa, ini potensinya luar biasa,” ungkap Erick Thohir dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan BUMN di Gedung DPR Jakarta pada Senin, (5/12/2022) kemarin.

Lebih lanjut Erick mengungkap, aksi korporasi ini sangat penting sehingga termasuk ke dalam highlight 2023 mendatang, karena geothermal termasuk ke dalam kategori energi yang sangat dibutuhkan. 

“Geothermal ini dan hydropower ini adalah yang [energi] baseload, jadi yang sangat dibutuhkan, nah kenapa kita aksi korporasi daripada geothermal ini menjadi bagian,” tambah Erick.

Itulah mengapa hingga saat ini, seru Erik, himbauan akan terus mengusahakan pembahasan bersama upaya merger ini dengan tuntutan terkait agar prosesnya dapat berkembang.

“Kita juga mensinergikan nanti geotermal yang dimiliki pemerintah dan kebijakan lain, kita sedang membicarakannya terus dengan pihak Kemenkeu terutama,” pungkas Erick. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top