Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Garuda dan Citilink Hanya Mampu Terbangkan 100 Pesawat hingga Akhir 2022

Garuda Indonesia Group hanya mampu menambah pengoperasian pesawat hingga sebanyak 100 unit sampai dengan akhir tahun ini. Ini sebabnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  16:52 WIB
Garuda dan Citilink Hanya Mampu Terbangkan 100 Pesawat hingga Akhir 2022
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan pada akhir tahun ini, Garuda Indonesia Group hanya mampu menambah pengoperasian pesawat hingga sebanyak 100 unit, lebih sedikit dari target awal sebanyak 120 unit.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menuturkan bahwa saat ini, baik Garuda Indonesia maupun Citilink, telah mengoperasikan sebanyak 80 unit pesawatnya. Dengan keterlambatan sejumlah perbaikan pesawat dan pencairan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), kedua maskapai nampaknya hanya mampu mengejar target sebanyak 100 pesawat yang bisa beroperasi hingga akhir tahun ini.

Dia mengharapkan Garuda Indonesia Group dapat mengoperasikan jumlah pesawatnya secara penuh setelah dana PMN senilai Rp7,5 triliun cair pada Desember 2022 ini. Alhasil, rencana beroperasi Garuda Group dengan jumlah pesawat paling optimal baru dapat direalisasikan pada kuartal I/2023.

"Akhir tahun ini jadinya 100 pesawat. Terlambat sedikit. Jadi total 120 unit atau secara kapasitas penuh baru bisa dioperasikan pada kuartal I/2023," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR/RI, Senin (5/12/2022).

Sebelumnya, Menteri Badan BUMN Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia dan Citilink akan menambah jumlah pesawatnya. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menekan harga tiket agar menjadi lebih murah. 

“Garuda setelah restrukturisasi PKPU ini akan mulai menambah jumlah pesawatnya kembali di mana yang sekarang Garuda dan Citilink jumlahnya hanya 61 unit, di akhir tahun akan mencapai angka 120 unit," kata Erick.

Pemerintah akan memberikan PMN sebesar Rp7,5 triliun untuk mendukung aksi itu. Menurut Erick, pemberian bantuan PMN ini telah diputuskan sejak 1,5 tahun yang lalu sebelum pandemi Covid-19 merebak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia BUMN erick tohir
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top