Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bahan Baku Baterai Bebas Bea Masuk & PPN, Indef: Perlu Ada Kompensasi

Indef menilai kebijakan bebas bea masuk dan PPN untuk bahan baku baterai impor perlu ada kompensasi agar mampu memberikan nilai tambah untuk industri terkait.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  18:50 WIB
Bahan Baku Baterai Bebas Bea Masuk & PPN, Indef: Perlu Ada Kompensasi
Ilustrasi. Baterai untuk kendaraan listrik diproduksi di pabrik Dongguan, China, 20 September 2017. - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho meminta pemerintah untuk memastikan kebijakan pembebasan bea masuk dan pertambahan nilai (PPN) untuk bahan baku impor baterai lithium dapat menghasilkan nilai tambah untuk industri terkait di dalam negeri.

“Pembebasan bea masuk dan PPN ini harusnya dikompensasi oleh nilai manfaat pemasukan yang meningkat di sektor lain harus ada kompensasi dari kehilangan PPN ini,” kata Andry saat dihubungi, Kamis (1/12/2022).

Menurut Andry, rencana pembebasan bea masuk dan PPN itu memperlihatkan keseriusan pemerintah untuk berpihak pada pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik di dalam negeri saat ini.

Kendati demikian, dia berharap, kebijakan itu tetap menambal potensi pendapatan negara yang hilang lewat pembebasan pungutan pada rantai pasok bahan baku baterai setrum yang relatif panjang tersebut.

“Kita lihat pemerintah juga ingin subsidi untuk kendaraan listrik, menurut saya kalau arahnya mau transisi jangan terlalu didorong sampai ke tahap konsumtif yang berlebihan,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah bakal membebaskan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bahan baku impor yang menunjang produksi baterai lithium di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan langkah itu diambil untuk mempercepat pembentukan ekosistem baterai lithium di Indonesia dari sisi penambangan hingga hilir perakitan.

“Kita bangun ekosistem ini, kita tidak bangun satu-satu dengan berbagai mineral yang kita miliki dan kita impor sebagian mineral misalnya lithium,” kata Luhut saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional investasi 2022 seperti disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pabrik Baterai baterai indef Luhut Pandjaitan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top