Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Alasan Menperin Tetap Optimistis Meski PMI Manufaktur Turun

Menperin Agus Gumiwang menjelaskan alasannya tetap optimistis kendati Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur November 2022 turun.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  14:16 WIB
Ini Alasan Menperin Tetap Optimistis Meski PMI Manufaktur Turun
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimistis kinerja manufaktur Indonesia bakal bertahan di zona ekspansi meskipun Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur RI S & P Global mencatat terjadi pelemahan pada November 2022.

Dalam laporan terbaru S & P Global, PMI manufaktur Indonesia November 2022 tercatat sebesar 50,3 poin. Melemah dari Oktober 2022 yang mencapai 51,8 poin. Kendati demikian, industri manufaktur dinilai masih punya peluang untuk tetap berada di zona ekspansi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan terdapat 3 hal yang mendukung optimisme tersebut. Pertama, daya beli masyarakat yang masih terjaga.

"Daya beli masyarakat itu tercermin dari inflasi pada bulan Oktober sebesar 5,71 persen," kata Agus dalam keterangan resmi, Kamis (1/12/2022).

Kedua, persiapan perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023 sepanjang Desember ini dinilai juga akan mendukung peningkatan pesanan. Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang positif pada sejumlah negara mitra di kuartal III/2022.

Agus menjelaskan sejumlah negara mitra yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif tersebut di antaranya China, Jepang, dan Amereka Serikat. Kondisi ini, kata Agus, menjadi sinyal yang mendukung kepercayaan diri para pelaku industri di Tanah Air.

Menurut Economics Associate Director S&P Markit Jingyi Pan, penurunan dipengaruhi oleh kenaikan biaya yang terus terjadi meskipun terjadi pelambatan inflasi harga pada November 2022 yang memberikan sedikit kelegaan bagi perusahaan manufaktur.

Pan menilai harga juga terus mengalami kenaikan karena berlanjutnya pemberian biaya tambahan dari perusahaan kepada klien sehingga perhatian melalui kebijakan moneter lanjutan diperlukan dalam waktu dekat.

Adapun, PMI manufaktur yang dirilis oleh S & P Global tidak berbeda jauh dari hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dilakukan oleh Kemenperin. IKI Indonesia pada November 2022 tercatat sebesar 50,89 poin.

Dalam hasil survei IKI November 2022 yang telah dirilis pada 30 November 2022 juga menunjukkan penurunan produksi yang disebabkan oleh turunnya pesanan.

Dari survey yang dilakukan terhadap pelaku industri sektor manufaktur, sebanyak 31,8 persen perusahaan industri menjawab terjadi peningkatan kegiatan usaha secara umum pada November 2022.

Sementara 36,5 persen menjawab tetap, dan 31,7 persen menurun. Selain itu, sebanyak 58,1 persen pelaku industri optimistis dengan kondisi 6 bulan ke depan, 2,8 persen menjawab stabil, dan 18,1 persen pesimistis.

Sekadar informasi, penurunan PMI manufaktur pada November 2022 juga terjadi di sejumlah negara Asean, seperti Vietnam yang turun dari 50, 6 ke 47,4, Malaysia dari 48,7 ke 47,9, dan Myanmar dari 45.7 turun ke 44,6.

Selain itu, kondisi PMI manufaktur Indonesia November 2022 lebih baik dibandingkan dengan Jepang yang turun dari 50,7 ke 49, ataupun China dan Korea Selatan yang masih kontraksi masing-masing di angka 49,4 dan 49.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri menperin kemenperin pmi pmi manufaktur
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top