Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Airlangga: PLTA Kayan Dapat Gantikan Pasokan Listrik dari PLTU

Pendanaan global lewat kemitraan Just Energy Transition Partnership bakal ikut mengakselerasi pembangunan PLTA Kayan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 November 2022  |  20:44 WIB
Airlangga: PLTA Kayan Dapat Gantikan Pasokan Listrik dari PLTU
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan di acara B20 Summit Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali pada Senin (14/11 - 2022). Youtube: B20 Summit
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, komitmen pendanaan global lewat kemitraan Just Energy Transition Partnership atau JETP bakal ikut mengakselerasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade berkapasitas 9.000 megawatt di Kalimantan Utara.

Nantinya, Airlangga mengatakan, PLTA hasil kerja sama PT Kayan Hydro Energy (KHE) dan Sumitomo Corporation dengan nilai investasi US$17 miliar atau setara dengan Rp258,3 triliun (kurs Rp15.196) itu bakal menggantikan sistem kelistrikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara mendatang.

“Kemarin kami monitor pengembangan Cascade Power Plant berbasis hydro yang akan dikaji di Kaltara, yang intinya dari pemilik hydro ini akan menukar dari pemilik PLTU,” kata Airlangga saat pameran PLN Local Content Movement for The Nation (Locomotion) 2022 di JCC, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Airlangga mengatakan, pergeseran aset pembangkit itu bakal menjadi mekanisme transisi energi pertama di dunia. Dia berharap peralihan pembangkit bersih dapat berjalan optimal seiring dengan komitmen pendanaan transisi yang relatif besar saat ini dari mitra global.

“Kita dapat alokasi JETP US$20 miliar, Afrika Selatan saja hanya US$8,5 miliar, maka ini harus dimanfaatkan karena ini bentuknya investasi,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM tengah menyusun rencana aksi dan investasi setelah mendapat komitmen pendanaan transisi energi senilai US$20 miliar atau setara dengan Rp310,6 triliun (asumsi kurs Rp15.535 per US$) lewat kemitraan JETP saat pergelaran KTT G20 lalu.

Pembahasan komitmen investasi dari mitra JETP itu bakal mendorong kepentingan Indonesia untuk mendapatkan bunga pinjaman rendah dari pendanaan transisi tersebut.

“Kalau sekarang itu kita dapat bunga di dalam negeri 10 persen misalkan, terus di luar kita dapat misalkan 2 persen itu kan, bagus kita cari duit murah,” kata Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/11/2022) petang.

Dadan menuturkan, kementeriannya masih membahas ihwal potensi pendanaan dengan bunga murah dari sejumlah porsi pinjaman yang diperoleh dari komitmen JETP tersebut.

Adapun, pembahasan detail potensi bunga dari sejumlah komposisi pinjaman JETP itu ditarget rampung dalam 3-6 bulan mendatang.

Dia berharap bunga murah transisi energi itu tidak bakal mengganggu keekonomian pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara sekaligus peralihan menuju energi bersih dari perusahaan pembangkit di dalam negeri.

“Kita prinsipnya ini, tidak ada kerugian komersial di IPP atau PLN, jadi prinsip dari pensiun dini itu saya sudah investasi itu tidak rugi,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu airlangga hartarto batu bara
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top