Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hore! Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Tersambung Penuh 2023

jika sudah beroperasi penuh, tol Pasuruan-Probolinggo akan mempermudah akses menuju Kota Probolinggo dan menyambungkan berbagai wilayah di Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (dari kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela peresmian beroperasinya jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019)./Setkab
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (dari kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela peresmian beroperasinya jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019)./Setkab

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Toll Road menargetkan untuk mengoperasikan ruas lanjutan dari Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo pada tahun depan. Setelah tersambung, ruas Probolinggo Timur-Gending dapat mempersingkat waktu tempuh ke Banyuwangi.

Direktur Utama Waskita Toll Road, Rudi Purnomo, menjelaskan PT Transjawa Paspro Jalan Tol tengah mengebut pengerjaan konstruksi ruas Probolinggo Timur–Gending sepanjang 8,57 kilometer per awal November 2022 telah mencapai 71,38 persen. Seksi tersebut ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2023.

Sebelumnya, Seksi 1–3 Pasuruan–Probolinggo Timur sepanjang 31,3 km telah beroperasi sejak 2019, sehingga nantinya ruas tol yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa tersebut akan dapat menyambungkan wilayah Pasuruan hingga Gending.

“Dana PMN yang kami terima dialokasikan untuk mempercepat penyelesaian Ruas Probolinggo Timur – Gending," kata Rudi dalam keterangan resmi, Kamis (17/11/2022).

Rudi mengungkapkan nantinya saat sudah beroperasi penuh, Ruas Tol Paspro akan dapat menjadi jalur alternatif bagi pengguna jalan, baik untuk kebutuhan logistik maupun pariwisata dari arah Jember dan Banyuwangi menuju Surabaya atau sebaliknya, di mana jalur tersebut dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dan mempermudah akses ke jalan tol yang terhubung langsung sampai Jakarta.

Direktur Utama Transjawa Paspro Jalan Tol, Mulya Setiawan, mengungkapkan jika sudah beroperasi penuh, Ruas Tol Paspro akan memangkas waktu tempuh dari Pasuruan menuju Gending, selain itu juga akan mempermudah akses menuju Kota Probolinggo dan menyambungkan berbagai wilayah di Jawa Timur.

Hal ini menjadikan Ruas Tol Paspro sebagai katalis dalam pembangunan kota Probolinggo, terutama dalam sektor pariwisata.

Menurutnya, lokasi Ruas Tol Paspro yang strategis dapat mempermudah akses menuju area pariwisata nasional, seperti Gunung Bromo dan Tengger Semeru. Melalui Gerbang Tol Gending yang jaraknya hanya 2,6 Km dari jalur Pantura, pengguna jalan dan turis dari arah Pantura dapat sampai di area pariwisata nasional dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan melalui jalan nasional.

"Hal ini merupakan bentuk kontribusi langsung dari TPJT untuk memajukan perekonomian penduduk Jawa Timur, khususnya Probolinggo,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, menjelaskan Tol Paspro memilki total panjang 43,75 km terdiri atas 4 seksi yakni Seksi 1 Grati Pasuruan-Tongas sepanjang 13,5 km, Seksi 2 Tongas-Probolinggo Barat sepanjang 6,9 km, Seksi 3 Probolinggo Barat-Probolinggo Timur sepanjang 10,9 km, Seksi 4A Probolinggo Timur-Gending sepanjang 8,5 km dan Seksi 4B sepanjang 3,8 km.

Untuk Seksi 1-3 sepanjang 30,3 km telah beroperasi sejak 2019 dengan pengelola PT Trans-Jawa Paspro Jalan Tol, sedangkan Seksi 4A Probolinggo Timur masih dalam tahap konstruksi dan ditergetkan selesai Maret 2023 mendatang dengan pembebasan lahan sudah mencapai 97,4 persen, dan dilanjutkan Seksi 4B dari Simpang Susun Gending hingga akhir proyek sepanjang 3,8 km.

Pembangunan Tol Paspro dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya dengan nilai investasi Rp6,3 triliun dengan hak konsesi selama 50 tahun. Ruas tol ini memiliki 4 Simpang Susun (SS) yakni SS Tongas, SS Probolinggo Barat, SS Probolinggo Timur, dan SS Gending. Terdapat 4 buah rest area tipe B yang berada di masing-masing lajur, yakni 2 jalur kiri dan 2 jalur kanan.

"Kehadiran Jalan Tol Paspro ini dapat mengurangi kepadatan di Jalan Nasional Pasuruan-Probolinggo sekitar 50-60 persen serta menjadi akses alternatif jalur wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo-Tengger-Semeru," kata Danang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper