Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Proyeksi Investasi Data Center di Kawasan Industri GIIC Kota Deltamas

Perusahaan optimistis mencapai target penjualan 2022 sebesar Rp1,8 triliun, melalui garapan bisnis baru penyediaan lahan data center.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:26 WIB
Ini Proyeksi Investasi Data Center di Kawasan Industri GIIC Kota Deltamas
Ilustrasi data center - Flickr
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Emiten properti PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) melihat potensi besar dari sektor data center. Hal ini membuatnya gencar memperluas bisnis properti di sektor tersebut, khususnya pada kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang.

Saat ini, Kota Deltamas sendiri memiliki total luas lahan 3.200 hektar, sebagian besarnya atau 2.200 hektar merupakan kawasan industri GIIC yang dikembangkan dengan konsep ramah lingkungan.

Direktur dan Corporate Secretary PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) Tondy Suwanto menerangkan saat ini sudah ada 14 tenant yang mengisi zona data center GIICC dari berbagai perusahaan dan lembaga lokal maupun perusahaan ternama dunia.

Dari dalam negeri, dia menyebutkan saat ini sudah ada PT Telkom Indonesia Tbk. yang menyerap lahan sebanyak 6 hektar. DSelain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga baru saja melakukan groundbreaking untuk Pusat Data Nasional di luas lahan 5 hektar.

Pembangunan pusat data nasional oleh Kominfo itu merupakan hasil dari kerja sama dengan pemerintah Prancis dengan nilai kontrak mencapai 164,6 juta euro.

"Kalau dari data center sendiri sebetulnya peluangnya sekitar US$3 miliar [Rp46,8 triliun] dalam 1-2 tahun ke depan, itu ada peluangnya," kata Tondy dalam acara Press Tour di GIIC, Kota Deltamas, Cikarang.

Sementara itu, pihak Deltamas tidak mau membagikan nama-nama perusahaan asing yang sudah melapak data center di lahan GIIC. Namun, Tondy membeberkan perusahaan tersebut berasal dari Singapura, Australia, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah.

Pihaknya meyakini data center akan membuka peluang besar terhadap perkembangan bisnis di kawasan industri tersebut. Tondy menambahkan, pihaknya akan bersiap untuk menambah lahan dari total yang ada saat ini.

Sebagai informasi, dari total 14 data center yang telah mentereng di Deltamas, setiap tenan menghabiskan lahan kisaran 5-6 hektar dengan harga jual mencapai Rp3 juta per meter persegi, khusus untuk lahan industri.

Melihat potensi tersebut, Tondy optimistis Deltamas mampu mencapai target penjualan 2022 yakni sebesar Rp1,8 triliun. Sebab, per September 2022 DMAS telah memperoleh angka Rp1,3 triliun.

Adapun, proyek yang tengah digencarkan saat ini yakni penjualan untuk klaster perumahan baru yaitu de Silva dengan harga mulai dari Rp500 juta, proyek ruko atau komersial Almandine, service apartemen yang diserbu ekspatriat, dan bisnis data center.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota deltamas dmas data center penyedia layanan data center kawasan industri properti bisnis properti
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top