Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemendag Klaim Harga Pangan Stabil, Terendah di Makassar

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim harga pangan cenderung stabil berdasarkan tinjauan langsung ke pasar-pasar di beberapa daerah.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 November 2022  |  15:00 WIB
Kemendag Klaim Harga Pangan Stabil, Terendah di Makassar
Ilustrasi calon pembeli mengecek kualitas beras - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan harga pangan saat ini cenderung stabil terutama di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas kedelai. 
 
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan setelah melakukan kunjungan ke pasar-pasar di beberapa daerah, dirinya menemukan harga pangan cenderung stabil bahkan turun, kecuali untuk beras dan kedelai. Bahkan untuk pangan di wilayah Makassar harganya jatuh karena pasokan yang melimpah. 
 
“Harga bahan pokok yang lain, bahkan kalau di Makassar itu harganya terlalu murah. Harga cabainya Rp15.000/kg saya kasian kalau terlalu murah nanti petaninya gulung tikar. Banting-banting harga itu ya karena stoknya banyak. Jadi harga-harga semua terkendali, tidak ada kenaikan, kecuali satu, yaitu kedelai,” tegasnya saat mengunjungi Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (7/11/2022). 
 
Berdasarkan catatan Kemendag, menteri yang biasa disapa Zulhas itu menyampaikan komoditas yang harganya stabil di Makassar dibandingkan sejak 28 Oktober 2022 antara lain beras medium Rp9.000/kg, beras premium Rp11.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng curah Rp13.000/liter, Minyakita Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan Rp21.000/liter, daging sapi Rp110.000/kg, dan cabai rawit merah Rp20.000/kg.
 
Sementara itu, komoditas yang harganya turun dibandingkan periode yang sama adalah tepung terigu dari Rp13.000/kg ke Rp12.000/kg, daging ayam ras dari Rp27.000/kg ke Rp25.000/kg, telur ayam ras dari Rp28.000/kg ke Rp22.000/kg, cabai merah keriting dari Rp25.000/kg ke Rp20.000/kg, cabai merah besar dari Rp20.000/kg ke Rp15.000/kg, bawang merah dari Rp28.000/kg ke Rp25.000/kg, dan bawang putih dari Rp25.000/kg ke Rp22.000/kg.
 
Harga tersebut jauh di bawah harga pangan yang beredar di Jakarta. Berdasarkan Info Pangan Jakarta, hari ini cabai merah besar masih dalam angka Rp47.500/kg. 
 
Meski hanya menyebutkan kedelai, Zulhas menyinggung komoditas bahan pokok yang menyumbang inflasi pada Oktober 2022, yaitu tempe sebesar 0,01 persen dan beras 0,03 persen.
 
Masih menjadi tugas pemerintah untuk melakukan intervensi terkait harga beras dan kedelai yang dalam beberapa bulan terakhir terus naik. 
 
Sementara harga rata-rata beras di tingkat konsumen Jakarta berada di rentang Rp10.548-Rp12.394/kg. 
 
Untuk itu, Badan Pangan Nasional telah melakukan mobilisasi pangan salah satunya beras dari Makassar ke Jakarta sebanyak 6.000 ton. 
 
Adapun untuk kedelai, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Perum Bulog untuk menambah jumlah importasi dari 50.000 ton menjadi 350.000 ton, atau menambah impor 300.000 ton. 
 
“Kami sudah ratas dipimpin Pak Presiden diperintahkan kepada Bulog akan impor 50.000 [ton] plus 300.000 [ton] jadi 350.000 ton ada subsidi nanti, itu harga belinya Bulog itu Rp11.000-Rp12.000/kg tetapi dijual Rp10.000/kg,” jelas Zulhas. 
 
Rencananya, sebanyak 350.000 ton kedelai yang diimportasi dari Amerika akan sampai pada akhri Desember 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan harga pangan ketahanan pangan stok pangan perdagangan kementerian perdagangan
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top