Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps, Ini Dampaknya untuk Warga AS

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 Bps menjadi 4 persen. Ini dampaknya bagi warga Amerika Serikat (AS).
Warga AS melewati bagian depan salah satu toko Apple di New York, Amerika Serikat/The Verge
Warga AS melewati bagian depan salah satu toko Apple di New York, Amerika Serikat/The Verge

Bisnis.com, JAKARTA - Federal Reserve (The Fed) kembali mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin (Bps) menjadi di kisaran 3,75 - 4 persen pada Selasa (2/11/2022). Apa dampak kebijakan ini bagi warga Amerika Serikat (AS)?

Dilansir dari Forbes pada Kamis (3/11/2022), kenaikan merupakan keempa kali berturut-turut. The Fed mulai menaikkan Fed Funds Rate (FFR) mulai Juni, Juli dan September 2022, termasuk dua kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada pertemuan Maret dan Mei 2022.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi bank sentral turut ikut serta melawan inflasi yang sangat tinggi. Kemudian, FOMC akan bertemu sekali lagi pada tahun 2022, tepatnya pada pertengahan Desember 2022. 

"Inflasi yang tetap meningkat mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga kebutuhan pokok dan energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas," ujar Ketua The Fed Jerome Powell seperti dikutip dari Forbes, Kamis (3/11/2022). 

Selain itu, The Fed juga mengungkapkan hal ini masih dipengaruhi perang Rusia vs Ukraina, yakni faktor yang berkontribusi signifikan untuk melanjutkan inflasi tinggi.

Berdasarkan laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Terbaru (PCE), harga di seluruh sektor ekonomi di AS telah meningkat 6,2 persen selama 12 bulan sebelumnya. Ekonom Fed memperkirakan bahwa inflasi PCE akan tetap tinggi. Namun, menurut proyeksi terbaru harus menurun menjadi 5,4 persen pada akhir 2022.

Sayangnya, inflasi bisa memakan waktu lama untuk kembali normal, sehingga butuh beberapa bulan untuk perubahan kebijakan The Fed untuk bekerja melalui ekonomi.

Namun, perlu dicatat beberapa efek keuangan dari kebijakannya, seperti suku bunga yang lebih tinggi pada uang pinjaman, dapat dirasakan lebih cepat.

Berikut 3 dampak dari kenaikan suku bunga acuan The Fed bagi warga AS 

1. Bunga Kartu Kredit Naik 

Ketika The Fed menaikkan suku bunga, utang kartu kredit masyarakat AS akan menjadi lebih mahal. Tagihan konsumen menjadi lebih mahal karena suku bunga hutang konsumen seperti saldo kartu kredit cenderung bergerak dalam langkah dengan tingkat dana federal.

Suku bunga utama ini berdampak pada seberapa banyak bank komersial membebankan biaya satu sama lain untuk pinjaman jangka pendek. Tarif dana Fed yang lebih tinggi berarti biaya pinjaman yang lebih mahal, yang dapat mengurangi permintaan di antara bank dan lembaga keuangan lainnya untuk meminjam uang.

Jadi jika bunga kartu kredit 18,15 persen dan The Fed meningkatkan suku bunga sebesar 75 poin, penerbit kartu kredit kemungkinan akan meningkatkan pada April 2023 menjadi 18,90 persen.

2. Hipotek atau Bunga KPR Lebih Mahal

Kenaikan suku bunga The Fed menyebabkan pinjaman untuk membeli rumah kemungkinan akan menghadapi tagihan lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.

Beberapa ekonom memperkirakan tarif akan mencapai puncaknya di musim panas. Hipotek atau suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) tetap 30 tahun mencapai 5,81 persen pada pertengahan Juni 2022. Mereka memprediksi suku bunga akan turun di bawah 5 persen pada akhir tahun, sehingga menjadi 4,99 persen pada Agustus 2022.

Jika The Fed menaikkan suku bunga lagi, tingkat hipotek mencapai tertinggi 20 tahun baru 7,08 persen pekan lalu, melampaui sebagian besar prediksi untuk tahun ini.

3. Suku Bunga Bank Naik Perlahan

Kenaikan suku bunga TheFed yang lebih tinggi merupakan keuntungan bagi para nasabah. Bank terus meningkatkan hasil persentase tahunan (APY) yang mereka bayarkan pada rekening deposito termasuk rekening tabungan, rekening pasar uang, dan sertifikat deposito (CD).

Seberapa cepat pemilik tabungan akan melihat apy yang lebih tinggi pada deposito tergantung di mana bank mereka. Bank digital, bank kecil, dan serikat kredit biasanya menawarkan hasil yang lebih menarik daripada bank besar. Dengan demikian, mereka umumnya menaikkan tarif lebih cepat dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya persaingan untuk deposito.

Menyimpan uang secara online memang dinilai lebih praktis dan bisa membuat konsumen mencari keuntungan lebih. Sementara, menurut FDIC, tingkat rata-rata nasional pada rekening tabungan telah melonjak dari 0,06 persen menjadi 0,21 persen sejak Januari.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper