Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ikuti Gelaran APIDEC di Abu Dhabi, SKK Migas Undang Investor Garap Cekungan Migas

Indonesia memiliki potensi hidrokarbon yang relatif besar, dengan 168 cekungan baru dan baru 20 cekungan yang telah berproduksi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 November 2022  |  18:38 WIB
Ikuti Gelaran APIDEC di Abu Dhabi, SKK Migas Undang Investor Garap Cekungan Migas
Pegawai Elnusa mengerjakan proyek migas. Istimewa - Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah kembali mengundang para investor untuk berinvestasi di sektor energi, terutama gas yang belakangan memiliki pasar ekspor dan domestik yang semakin bertumbuh.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia memiliki potensi hidrokarbon yang relatif besar, dengan 168 cekungan baru dan baru 20 cekungan yang telah berproduksi.

“Potensi ini menunjukkan Indonesia punya cadangan gas yang sangat besar sebagai sumber energi transisi menuju net zero carbon pada 2060. Oleh karena itu, kami mengundang investor untuk mengembangkan dan memproduksi cadangan gas tersebut,” kata Dwi saat menjadi pembicara sesi Strategic Panel bertajuk ‘Gas and LNG: bridging to the future’ yang menjadi bagian event Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC) 2022', di Abu Dhabi, dikutip dari siaran pers, Rabu (3/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pembicara lain yakni CEO ADNOC LNG Fatema Al Nuaimi, Managing Director & CEO Petronet LNG Limited Akhsay Kumar Singh, CEO Technip Energies, Arnaud Pieton, dan Chairman & CEO JOGMEC, Tetsuhiro Hosono.

Dwi menjelaskan, Indonesia mendukung kebijakan emisi nol karbon (Net Zero Emission) di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Saat ini Indonesia sedang melakukan transisi energi, antara lain dengan mengganti secara bertahap penggunaan sumber energi pembangkit listrik dari batubara ke gas.

Di sisi lain, Indonesia tetap memperhatikan pemenuhan kebutuhan akan gas terutama gas alam cair (LNG), baik untuk domestik maupun ekspor.

Sebagai negara produsen gas alam, Dwi menegaskan, Indonesia telah lama menjadi eksportir LNG. Meskipun penggunaan gas domestik akan meningkat, Indonesia tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

“Kami memiliki hubungan yang baik dengan para buyer. Hubungan baik tersebut kami jaga dengan memenuhi komitmen pasokan gas untuk ekspor,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dwi kembali menyatakan bahwa Indonesia telah menargetkan produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030. Khusus untuk gas, pada tahun 2030 Indonesia akan meningkatkan produksi dua kali lipat dari saat ini, yang berada di level 6 BSCFD.

ADIPEC 2022 yang diadakan mulai 31 Oktober sampai 3 November 2022 dihadiri oleh para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan di bidang energi, inovator dan perusahaan energi di seluruh dunia. Sebanyak 28 negara, 2.200 perusahaan termasuk di antaranya 54 perusahaan migas nasional dan internasional, serta 150.000 profesional bidang energi ambil bagian pada kegiatan ini.

Sementara Indonesia Pavilion menghadirkan sembilan perusahaan penunjang industri migas dalam negeri binaan Pertamina yang dinilai mampu menghasilkan produk dan layanan dengan kualitas standar internasional. Kesembilan pabrikan tersebut yakni Pertamina Patra Niaga, Starborn Chemical, Fajar Benua Grup, Molden Patra Sejahtera, Teknologi Rekayasa Katup, Daeshin Flange Fitting Industri, Krakatau Steel, Citra Tubindo Tbk, Bukit Baja Nusantara.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi selaku Ketua Tim Indonesia Pavilion ADIPEC 2022 mengatakan, selama dua hari pertama eksibisi, pihaknya mendatangi booth perusahaan-perusahaan eksplorasi dan produksi migas dunia seperti British Petroleum, ENI, dan Mubadala guna memperkenalkan sembilan pabrikan dalam negeri tersebut.

“Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan produk dan layanan yang mereka miliki di hadapan audiens ADIPEC,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Erwin, Indonesia Pavilion tercatat sudah dikunjungi oleh 4.395 peserta eksibisi.

Chief Strategic Officer PT Fajar Benua Indopack, Pande Kadek Yuda Bakti menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaannya di Indonesia Pavilion ADIPEC 2022 memberikan peluang baru yang menjanjikan.

“Bahkan ada beberapa pihak yang sudah berbicara serius untuk bekerjasama di Arab Saudi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas migas blok migas hulu migas produksi migas investasi migas
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top