Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertamina Terima Bayaran Kompensasi BBM dari Sri Mulyani Rp137,62 Triliun

PT Pertamina (Persero) telah menerima pembayaran kompensasi BBM semester I/2022 senilai Rp137,62 triliun.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 November 2022  |  06:07 WIB
Pertamina Terima Bayaran Kompensasi BBM dari Sri Mulyani Rp137,62 Triliun
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menilai positif pembayaran dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) semester I/2022 yang telah dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp137,62 triliun, termasuk pajak atau Rp118,62 triliun tidak termasuk pajak.

Dana kompensasi itu berasal dari selisih harga jual formula dan harga jual eceran di SPBU atas kegiatan penyaluran jenis BBM tertentu (JBT) Solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite yang nilainya telah dikaji oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dana kompensasi sudah masuk kas perseroan dan ini wujud dukungan penuh pemerintah kepada Pertamina dalam menjalankan penugasan distribusi BBM bersubsidi,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati melalui siaran pers dikutip Kamis (3/11/2022).

Nicke juga mengapresiasi dukungan pemerintah atas setiap aktivitas yang dikerjakan Pertamina terkait upaya kedaulatan energi domestik saat ini. Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga daya beli masyarakat lewat penyediaan BBM bersubsidi Solar dan Pertalite kendati menimbulkan beban dan kompensasi BBM yang relatif besar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi BBM secara bijak dan mulai beralih untuk mengonsumsi BBM yang lebih ramah lingkungan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah,” tuturnya.

Di sisi lain, Nicke mengatakan, perseroannya bakal terus mengupayakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi di tengah masyarakat. Dia menuturkan, perseroan telah menerapkan penggunaan teknologi informasi untuk pemantauan pembelian BBM secara langsung di lapangan.

Kendati demikian, dia meminta masyarakat untuk mendaftar Program Subsidi Tepat lewat website guna mengidentifikasi konsumen yang berhak menerima BBM bersubsidi tersebut.

Di samping itu, Pertamina juga terus melakukan efisiensi biaya operasional, baik di tingkat holding maupun subholding. Sampai dengan September 2022, realisasi program efisiensi biaya di Pertamina Group telah mencapai US$535,56 juta atau sekitar Rp7,83 triliun.

“Pertamina terus melakukan penguatan dalam penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi agar lebih efisien dan optimal dengan dukungan pemerintah dan masyarakat,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina Harga BBM subsidi bbm
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top