Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Industri Minyak Cuan Besar, Joe Biden Minta Pom Bensin Pangkas Harga, Kok Gitu Sih?

Komentar Presiden AS ini mendapatkan tanggapan negatif dari para pemimpin industri minyak.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 28 Oktober 2022  |  10:22 WIB
Industri Minyak Cuan Besar, Joe Biden Minta Pom Bensin Pangkas Harga, Kok Gitu Sih?
Presiden AS Joe Biden dalam pengumuman resmi Dewan Gubernur The Fed di Eisenhower Executive Office Building, Washington, Selasa (22/11/2021) - Bloomberg / Samuel Corum
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berkomentar terkait rekor keuntungan perusahaan energi setelah Shell Plc mengumumkan rekor pendapatan tertinggi kedua sepanjang masa.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (28/10/2022), menurutnya pendapatan perusahaan minyak naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga menaikkan dividen sehingga keuntungan akan kembali ke pemegang saham alih-alih menurunkan harga di stasiun pengisian bahan bakar.

Biden sudah mencoba beberapa kali menuntut agar perusahaan minyak membatalkan buyback saham dan menaikkan dividen. Dia meminta untuk menurunkan harga di pom bensin agar dapat dinikmati pengendara AS daripada mengembalikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

"Perusahaan energi perlu menurunkan biaya satu galon bensin yang mencerminkan biaya yang mereka bayar untuk satu barel minyak." jelansya.

Namun, komentar Biden justru mendapatkan tanggapan negatif dari para pemimpin industri minyak.

Presiden asosiasi Produsen Bahan Bakar dan Petrokimia Amerika Chet Thompson mengungkapkan para penyuling tidak menetapkan harga yang dibayar konsumen di pompa atau harga minyak mentah.

"Penyuling menjalankan fasilitas pengisian sebisa mungkin untuk memaksimalkan pasokan bensin, solar, dan bahan avtur yang dibutuhkan warga AS dan negara lain,” ungkapnya.

Kelompok perdagangan American Petroleum Institue (API) mengatakan fokus Presiden Joe Biden salah tempat.

"Dengan biaya energi dan ketidakstabilan geopolitik di seluruh dunia yang terus meningkat, inilah saatnya bagi Washington untuk fokus pada peningkatan produksi energi AS untuk menghadapi ketidaksesuaian global antara permintaan dan pasokan yang tersedia," tulis API dalam pernyataanya melalui e-mail.

Juru bicara Shell belum menganggapi komentar Biden

Berdasarkan data klub motor AAA, satu galon bensin rata-rata dijual US$3,76 di AS pada hari Rabu.

Analis energi dan para pejabat mengatakan umumnya ada jeda antara perubahan harga minyak mentah dan bensin, hal ini karena perubahan harga minyak mentah tidak langsung dirasakan di rantai pasokan.

Harga minyak yang tinggi membuktikan keuntungan bagi perusahaan energi multinasional. Exxon Mobil Corp. diperkirakan mengungkapkan laba kuartalan tertinggi kedua dalam 152 tahun sejarah perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Joe Biden minyak mentah bensin
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top