Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Gas Lapangan Sisi Nubi Blok Mahakam Naik ke Level 160 MMscfd

Lapangan Offshore Sisi Nubi berkontribusi sebesar hampir 30 persen produksi gas dari Blok Mahakam.
Blok Mahakam. /Nadya Kurnia-Bisnis.com
Blok Mahakam. /Nadya Kurnia-Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang masuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina berhasil meningkatkan produksi Lapangan Offshore Sisi Nubi ke level 160 juta standar kaki kubik (MMscfd) pada 20 Oktober 2022.

Sebelumnya, lapangan Sisi Nubi sempat mengalami fase penurunan produksi atau declining ke level 60 MMscfd sejak Juli 2020.

General Manager PHM Krisna mengatakan, capaian itu akan ikut meningkatkan produksi gas nasional mendatang. Saat ini, lapangan Sisi Nubi berkontribusi sebesar hampir 30 persen produksi gas dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Adapun, pencapaian produksi tertinggi sempat diraih pada November 2019 lalu. 

Krisna menuturkan, keberhasilan peningkatan produksi gas PHM itu sebagai dampak positif dari insentif migas yang telah diberikan oleh pemerintah kepada PHM pada 2021, berupa percepatan depresiasi dan pembebasan PPN. Lewat insentif itu, PHM dapat membangun tambahan anjungan serta melakukan pengeboran sumur baru yang lebih masif untuk mendukung peningkatan produksi.

“Kami menerapkan praktik pengeboran yang lebih efektif, efisien, dan cepat dalam menemukan sumber daya migas baru dari kegiatan eksplorasi maupun pengembangan [eksploitasi]. Pencapaian ini merupakan realisasi program kerja perusahaan yang didukung adanya persetujuan insentif migas dari pemerintah,” kata Krisna melalui siaran pers, Rabu (26/10/2022). 

Krisna menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini merupakan kontribusi sumur-sumur anjungan baru di North Sisi dan North Nubi yang mulai beroperasi pada Juni dan Agustus 2022, serta program perawatan dan intervensi pada sumur-sumur eksisting. 

“Keberlangsungan produksi di Lapangan Sisi Nubi ini didukung oleh keandalan fasilitas produksi yang telah menjalani program perawatan secara sistematis serta inspeksi perpipaan yang dilakukan secara regular,” kata Krisna.

Menurut dia, keberhasilan yang diraih PHM di lapangan Sisi Nubi tidak lepas dari dukungan SKK Migas serta PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan. Program pengeboran sumur baru di lapangan ini masih berlangsung dan diharapkan akan terus berkontribusi untuk penambahan produksi gas nasional dari Mahakam. 

“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dan melakukan pengeboran sumur-sumur baru sebagai langkah strategis dalam menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga tingkat produksi migas guna mendukung pencapaian target produksi migas nasional 2030,” kata dia.

Lapangan Sisi ditemukan pada 1986 dan lapangan Nubi ditemukan pada tahun 1992. Cadangan gas dari lapangan Sisi Nubi diproduksi bersama melalui beberapa anjungan offshore kemudian dialirkan melalui satu pipa berukuran 26” ke SNPS Slugcatcher dan selanjutnya dilakukan proses treatment di Tunu Processing Facilities. 

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak Perusahaan PHI yang menjalankan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (environmental, social, governance) di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan berbagai inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang andal dan ramah lingkungan. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper