Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Initiland (DILD) Kaji Skema Rent To Own untuk Pikat Konsumen

Intiland (DILD) tengah mengkaji skema rent to own (RTO) untuk pembiayaan perumahan.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 25 Oktober 2022  |  13:25 WIB
Initiland (DILD) Kaji Skema Rent To Own untuk Pikat Konsumen
Karyawati beraktivitas di kantor PT Intiland Development Tbk. di Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intiland Development Tbk. (DILD) tengah mengkaji skema pembiayaan Rent To Own (RTO) yang diyakini dapat mendorong minat beli rumah konsumen.

Corporate Secretary PT Intiland Development Theresia Rustandi mengatakan pihaknya mendukung jenis pembiayaan yang dapat semakin memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah.

"Kami selalu terbuka terhadap skema-skema pendanaan konsumen. Ini akan menjadi opsi positif untuk meningkatkan daya beli masyarakat," kata Theresia kepada Bisnis, dikutip Selasa (25/10/2022).

Skema KPR Rent to Own memang relatif baru bagi masyarakat. Namun, dia optimistis skema RTO dapat menjadi opsi pendanaan yang baik untuk konsumennya.

Sementara itu, DILD masih melakukan kajian detail terkait benefit dan risiko dari penerapan skema RTO yang baru saja diluncurkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pada Rabu, (12/10/2022) lalu.

"Sebagai sebuah alternatif skema pembiayaan rumah, KPR RTO dapat membantu masyarakat, tapi risiko seperti terjadinya pembatalan pembelian di tengah jalan, harus dapat dikelola mitigasinya," jelasnya.

Sebagai informasi, KPR RTO merupakan konsep kepemilikan rumah dengan menyewa hunian terlebih dahulu selama maksimal 3 tahun untuk kemudian dibeli.

Di sisi lain, skema pembiayaan ini dapat menjadi opsi masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi makro ekonomi. Pasalnya, suku bunga dan inflasi belakangan semakin menjadi tantangan untuk mendapatkan rumah terjangkau.

Intiland, dalam hal ini menilai kondisi suku bunga dan inflasi cukup wajar dan merupakan dinamika yang pasti terjadi. Keduanya tidak akan begitu berpengaruh, asalkan perubahannya tidak drastis dan ekstrim.

"Selama perubahannya masih dalam tahap wajar, menurut saya masih managable. Kami tentu menyiapkan flesibilitas dalam mengeksekusi strategi-strategi dengan mempertimbangkan dinamika pasar, sektoral, dan kondisi perekonomian makro," tegasnya.

Untuk diketahui, Intiland saat ini meluncurkan program promo Intiland FunFair untuk memberikan kemudahan pembelian properti bagi konsumen. Adapun, target marketing sales yang disasar yaitu Rp350 miliar.

Program ini telah berlangsung sejak 13 Oktober hingga 31 Desember 2022. Intiland FunFair diikuti 17 proyek properti terbaik Intiland yang meliputi perumahan, apartemen, low-rise residential, perkantoran, pergudangan, ruko, hingga komersial. Harga properti Intiland yang ditawarkan mulai dari Rp200 juta hingga di atas Rp5 miliar per unitnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intiland dild pembiayaan perumahan kpr
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top