Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Deflasi: Pengertian, Perbedaan, Penyebab, Dampak, Contoh hingga Cara Mengatasinya 

Deflasi ini terjadi ketika adanya penurunan harga barang dan jasa dalam waktu yang terus menerus.
Hana Fathina
Hana Fathina - Bisnis.com 23 Oktober 2022  |  15:38 WIB
Deflasi: Pengertian, Perbedaan, Penyebab, Dampak, Contoh hingga Cara Mengatasinya 
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang terus menerus

Bisnis.com, JAKARTA - Deflasi adalah keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam masa tertentu karena jumlah uang yang beredar reltif lebih kecil dibandingkan jumlah barang dan jasa yang tersedia. 

Dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, arti deflasi sendiri secara sederhana yaitu Ketika terjadi penurunan harga barang dan jasa terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Deflasi terlihat seperti menguntungkan bagi orang karena harga-harga barang dan jasa lebih terjangkau bagi konsumen. Adanya deflasi adalah jalan yang dianggap bisa menghemat pengeluaran lebih besar dibanding sebelumnya. 

Berikut ini beberapa penjelasan tentang deflasi yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

1. Faktor penyebab deflasi

  • Penurunan permintaan terhadap barang 
    Biasanya konsumen sudah memilih alternatif lain untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, banyak bisnis atau perusahaan yang menghasilkan produk tertentu namun tidak memperhitungkan secara tepat kuantitas hasil produk sehingga jika terlalu banyak produksi yang tidak diiringi dengan peningkatan permintaan dari masyarakat terhadap produk tersebut akan tidak laku untuk dijual. 
  • Peraturan bank sentral tentang kebijakan yang sudah ditetapkan 
    Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang. 

Umumnya otoritas moneter adalah bank sentral, meskipun kadang lembaga eksekutif memiliki hak tertinggi untuk menetapkan kebijakan moneter dengan cara mengendalikan bank sentral. 

  • Terlalu banyak hasil produksi yang sama 
    Banyaknya penawaran yang ditawarkan dibandingkan permintaan juga menjadi salah satu yang menyebabkan deflasi. Perusahaan yang memiliki banyak produksi yang sama akan berlomba-lomba untuk menurunkan harga jualnya agar barang yang mereka tawarkan bisa dibeli oleh konsumen. 

2. Dampak dari deflasi

Menurunnya angka permintaan pasar, sehingga memaksa para produsen mengurangi jumlah produksinya. 
Banyaknya penutupan pabrik, penurunan pendapatan hingga meningkatnya gagal bayar baik dari perusahaan ataupun individu. 
Bertambahnya jumlah pengangguran, akibat banyaknya pengurangan karyawan perusahaan. 
Penurunan keuntungan perusahaan. 

3. Cara mengatasi deflasi

  • Menurunkan suku bunga
    Melalui hal ini maka jumlah uang yang beredar akan bertambah di masyarakat. Masyarakat tentu akan memilih untuk memegang kembali uang mereka sendiri, dibandingkan menyimpan di bank. Melalui adanya banyak peredaran uang di sebuah masyarakat, maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah pembelian barang sehingga deflasi dapat teratasi. 
  • Menerapkan kebijakan moneter 
    Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah dari peredaran uang di tengah masyarakat. Dengan adanya kebijakan moneter, maka akan berlaku sebuah kebijakan yang bernama politik diskonto. 

Politik diskonto merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menambah jumlah uang yang beredar. Hal tersebut adalah Langkah yang diambil untuk meningkatkan tingkat suku bunga yang ada. 

  • Menerapkan kebijakan fiskal
    Pemerintah memiliki peran untuk menentukan kebijakan fiskal yang tepat. Hal ini digunakan untuk mengatur kondisi perekonomian dari sebuah negara kearah yang lebih baik. Caranya adalah dengan memperbarui pengeluaran dan penerimaan yang ada. 

4. Contoh deflasi

Turunnya harga pangan di Indonesia 
Kejadian ini terjadi pada tahun 2019, Ketika harga komoditas makanan seperti bahan pokok dan bumbu dapur akan menurun. Angka deflasinya adalah 0,27 persen.

  • Suku bunga di Jepang naik 
    Hal ini terjadi pada tahun 1989 yang membuat pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami penurunan dan melambat. Sehingga produktivitas karyawan menurun. 
  • Perluasan revolusi industri
    Kejadian ini terjadi pada abad ke-19 ketika teknologi mulai bermunculan. Hal ini menyebabkan banyak industri yang bersaing untuk memproduksi barang. Akibatnya produk yang dihasilkan berlebihan dan harga barang menjadi turun 
  • Perbedaan inflasi dan deflasi 
    Perbedaan inflasi dan deflasi terletak pada pengertiannya yang sangat berlawanan. Seperti halnya inflasi yang dianggap buruk, tapi ternyata memiliki dampak positifnya. Hal tersebut juga terlau dalma deflasi yang seringkali disambut baik oleh masyarakat. Penurunan harga barang atau jasa akibat deflasi akan meningkatkan daya beli masyarakat. 

Di sisi lain, deflasi juga memiliki dampak buruk untuk perekonomian suatu negara jika berlangsung dalam jangka Panjang. Salah satu contohnya adalah Ketika harga suatu produk mengalami penurunan, hal tersebut akan berdampak pada omset yang diperoleh oleh perusahaan. 

Itulah beberapa hal tentang deflasi yang harus kamu ketahui. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

deflasi kebijakan moneter moneter ekonomi Inflasi Suku Bunga
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top