Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

LRT Jabodebek Kereta Tanpa Masinis Pertama di RI, Ini Persiapannya

Kemenhub menjelaskan persiapan operasional LRT Jabodebek sebagai kereta tanpa masinis pertama di Indonesia.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 19 Oktober 2022  |  16:49 WIB
LRT Jabodebek Kereta Tanpa Masinis Pertama di RI, Ini Persiapannya
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Integrasi persinyalan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek terus diuji coba jelang pengoperasian pada Juni 2023. Moda kereta ringan ini merupakan yang pertama kali dikendarai tanpa masinis (driverless) di Indonesia.

Direktur Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) Djarot Tri Wardhono mengatakan pengoperasian sistem Grade of Automation (GoA) 3 pada LRT Jabodebek akan terus diuji coba sejak akhir 2022 ini.

"Mulai akhir tahun ini akan kita uji coba integrasi persinyalannya. Karena GoA 3 ini kan driverless, attendant-nya hanya berdiri menjaga keretanya," terang Djarot di sela-sela acara Indonesia Railway Conference di JIExpo Kemayoran, Rabu (19/10/2022).

Saat ini, terang Djarot, progres proyek LRT Jabodebek sudah mencapai hampir 90 persen berjalan. Sebelumnya, proyek kereta ringan ditargetkan untuk bisa meluncur pada Agustus 2022.

Rencananya, kereta layang ringan ini memiliki jalur sepanjang 44 kilometer (km) dengan tiga jalur lintasan, yakni Bekasi Timur–Cawang, Cibubur–Cawang, dan Cawang–Dukuh Atas.

Proyek kereta digarap oleh empat BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT INKA (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT LEN Industri (Persero).

Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson menjelaskan nilai kontrak proyek kereta tanpa masinis ini mencapai Rp23,3 triliun, dengan pola pembiayaan yakni sebesar Rp4,2 triliun pembayaran dilakukan di akhir, dan sebesar Rp19,1 triliun pembayaran dilakukan dengan periode tiga bulanan. Jika dihitung secara rinci, kurang lebih anggaran proyek ini senilai Rp500 miliar per kilometer.

LRT Jabodebek juga akan terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi perkotaan dan antarkota seperti KRL Jabodetabek, MRT Jakarta, hingga Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang juga akan beroperasi pada Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LRT lrt jabodebek Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top