Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wamen BUMN Tekankan Pentingnya Bangun Ekosistem Kesehatan

Potensi devisa sekitar US$6,5 miliar per tahunnya hilang akibat banyak orang memilih berobat ke luar negeri. Begini strategi BUMN amankan devisa negara.
Pahala N Mansury./JIBI-Yayus Yuswoprihanto
Pahala N Mansury./JIBI-Yayus Yuswoprihanto

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury menekankan pentingnya membangun ekosistem perawatan kesehatan atau healthcare yang lebih kuat.

Pahala mengungkapkan bahwa sektor kesehatan Indonesia saat ini masih bergantung pada impor. Dia menyebut, sekitar 95 persen bahan baku farmasi masih berasal dari luar Indonesia alias impor.

“Saat ini di indonesia masih mengimpor sekitar 95 persen bahan aktif produk farmasi. Sekitar lebih dari 70 persen alat kesehatan juga masih didatangkan dari negara lain,” ujarnya dalam State-Owned Enterprises (SOE) International Conference, Senin (17/10/2022).

Tak hanya itu, bahkan sekitar 2 juta orang lebih memilih mendapatkan perawatan kesehatan di luar Indonesia. Akibatnya, sekitar US$6,5 miliar atau sekitar Rp100 triliun (kurs Rp15.480) per tahunnya masuk ke kantong negara lain.

Pahala pun menyebut kondisi tersebut terus menjadi tantangan utama bagi Indonesia, terutama dari infrastruktur kesehatan.

Untuk itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini melakukan langkah dalam pembangunan fasilitas kesehatan berstandar internasional untuk menyelamatkan devisa negara.

“Kami sedang membuat kawasan ekonomi khusus [KEK] kesehatan, sehingga sangat memungkinkan para diaspora yang berprofesi sebagai dokter atau dokter spesialis dapat membuka praktiknya di Indonesia, karena sebenarnya Indonesia membutuhkan jumlah dokter dan dokter spesialis yang cukup banyak,” lanjutnya.

Mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut mendorong para pemangku kepentingan hingga institusi untuk berkolaborasi dalam mewujudkan KEK Kesehatan, serta ketersediaan dokter di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi masih kurang baik sehingga berdampak pada kurangnya SDM dokter.

“Karena kita tidak memiliki kerja sama yang cukup antara universitas dan rumah sakit untuk dapat berkembang, pentingnya pengalaman dokter residen untuk mengembangkan dokter spesialis di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian BUMN yang telah memfasilitasi dialog yang menjadi salah satu side event Presidensi G20 Indonesia di bawah Trade, Investment, and Industry Working Group (TWIIG).

Zulhas menyebutkan pembahasan dalam SEO International Conference sejalan dengan hasil dari TWIIG, yang salah satunya adalah menjamin kemudahan dalam menjangkau produk kesehatan.

“Pada TWIIG para menteri telah setuju untuk mendorong reformasi WTO, memperkuat perdagangan multilateral untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan menjamin akses produk kesehatan yang aman dan terjangkau,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, hotel milik BUMN, yaitu Grand Inna Bali tengah direvitalisasi dalam persiapan menjadi KEK Sanur. Berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, KEK Kesehatan tersebut akan menggabungkan perawatan kesehatan dengan pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa penetapan wilayah Sanur, Bali, menjadi KEK kesehatan sudah disetujui oleh Dewan KEK. Artinya, wilayah KEK Sanur akan menyusul KEK lainnya, seperti Likupang dan Lido yang tengah dalam proses pengembangan.

“Ini sudah jadi kebijakan bahwa kawasan Sanur akan dijadikan kawasan ekonomi khusus berkaitan dengan kesehatan, dan sudah disetujui dengan Dewan KEK,” ujarnya dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin (2/8/2022).

Nantinya, dengan mengedepankan wellness tourism, KEK Sanur akan menjadi fasilitas kesehatan bertaraf internasional dan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

“Hotel Inna akan berubah menjadi fasilitas kesehatan kelas dunia yang bekerja sama dengan para ahli dan rumah sakit yang memiliki teknologi terkini, harapan kami bahwa ini akan postif,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper