Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Persaingan Bisnis BBM Mendekati Seimbang, Ini Strategi Shell

Sejumlah strategi disiapkan oleh PT Shell Indonesia untuk mengerek penjualan BBM miliknya saat persaingan dengan Pertamina kian mendekati keseimbangan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 15 Oktober 2022  |  13:30 WIB
Persaingan Bisnis BBM Mendekati Seimbang, Ini Strategi Shell
SPBU Shell. - SHELL Persaingan Bisnis BBM Mendekati Seimbang, Ini Strategi Shell
Bagikan

Bisnis.com, PRAYA – Langkah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, serta BBM non-subsidi yakni Pertamax, membuat tingkat persaingan di bisnis BBM antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan swasta seperti salah satunya PT Shell Indonesia kian mendekati seimbang.

Seperti diketahui, per 3 September 2022, harga Pertalite dari sebelumnya Rp7.650 per liter kini naik menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian, harga solar subsidi dari Rp5.150 per liter naik menjadi Rp6.800 per liter. Selanjutnya, harga Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter naik menjadi Rp14.500 per liter.

Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, penyesuaian harga BBM oleh Pertamina, cukup berpengaruh terhadap peningkatan penjualan BBM milik Shell.

“Ada tren positif dari penyesuaian harga itu [BBM Pertamina], karena dilihat dari meningkatnya volume kendaraan yang datang ke SPBU kami. Tapi ini kan masih baru, September lalu. Jadi kalau ditanya dampaknya secara menyeluruh kita perlu monitor dulu tapi kita lihat ada tren positif,” katanya, saat ditemui di sela-sela gelaran Shell Eco-Marathon 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dia mengatakan, dalam menetapkan harga jual BBM, Shell memiliki sejumlah faktor dan indikator. Salah satunya harga minyak mentah di pasar global melalui Mean Oil Platt Singapore (MOPS) yang merupakan harga rerata transaksi jual beli pada bursa minyak di Singapura.

“Kami, juga lihat fluktuasi nilai tukar mata uang, pajak, cukai, biaya distribusi, konstanta dari pemerintah. Semua itu kita masukkan jadi dasar dari harga jual bahan bakar kita,” katanya.

Adapun, guna mengerek minat konsumen dan penjualan BBM perseroan, Ingrid mengatakan Shell memiliki strategi tersendiri.

“Strategi ini sudah kami mulai dari beberapa tahun lalu. Kami menjadikan SPBU ini bukan hanya tempat untuk mengisi bahan bakar, tapi kami ingin SPBU kami jadi suatu destinasi bagi pelanggan kami,” jelasnya.

Hal itu dilakukan salah satunya dengan cara melengkapi fasilitas SPBU perseroan dengan kehadiran minimarket, gerai kopi dan makanan, serta gerai untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, Shell juga berupaya menjaga loyalitas konsumennya melalui program Shell Go+. Melalui program tersebut, konsumen akan diberikan poin ketika membeli produk Shell. Poin tersebut nantinya dapat ditukar dengan sejumlah paket promosi.

“Poin itu nanti bisa ditukar untuk mendapatkan harga khusus untuk produk-produk di Shell atau di partner kami di luar, seperti tiket bioskop, dan fasilitas-fasilitas lain. Partner-partner ini tentu terus berkembang,” katanya.

Selanjutnya, program loyalitas Shell juga diberikan melalui keanggotaan di Shell ClubSmart berupa asuransi kecelakan pribadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM BBM bbm subsidi shell Shell Indonesia pertamina
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top