Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jurus Sinar Mas Land Atasi Kenaikan Suku Bunga BI

Sinar Mas Land punya cara sendiri untuk menarik minat konsumen di tengah lonjakan kenaikan suku bunga BI.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  18:34 WIB
Jurus Sinar Mas Land Atasi Kenaikan Suku Bunga BI
Desain Klaster Lake Garden yang dibangun Sinar Mas Land di Grand Wisata Bekasi - Sinar Mas Land
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Sinar Mas Land mengungkap sejumlah strategi perusahaan untuk mengatasi lonjakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) menjadi 4,25 persen.

Direktur Sinar Mas Land Herry Hendarta mengatakan pihaknya tengah mengupayakan beragam program pengembangan dan pemasaran produk untuk menarik minat konsumen, melalui berbagai skema pembiayaan KPR atau KPA.

"Kami berupaya untuk selalu inovatif mengembangkan dan memasarkan produk kepada konsumen serta melakukan kampanye program pemasaran nasional," kata Herry kepada Bisnis, Senin (10/10/2022).

Dalam hal ini, Sinar Mas Land melakukan kerja sama dengan mitra perbankan untuk memberikan beragam kemudahan pembayaran ataupun pembiayaan kepada konsumen.

"Sejauh ini kita sudah menghadirkan program Double Dream yang menawarkan keringanan harga hingga sebesar 22 persen ditambah cashback hingga 6 persen," jelasnya.

Developer properti ternama itu menghadirkan berbagai keuntungan lain jika konsumen melakukan transaksi menggunakan hardcash atau KPR/KPA/KPT ekspress. Herry menerangkan, program tersebut telah dimulai sejak awal tahun ini, tepatnya 22 Februari hingga 31 Desember 2022 mendatang.

Di samping itu, Herry menilai sektor properti di Indonesia terus tumbuh positif sepanjang tahun 2022. Menurutnya hal tersebut patut di apresiasi, di tengah berbagai inflasi dan tantangan ekonomi makro lainnya.

Herry tak memungkiri bahwa kenaikan suku bunga BI akan mempengaruhi sejumlah sektor, termasuk properti. Namun, kondisi dalam negeri masih cukup baik karena kuatnya konsumsi masyarakat seiring pemulihan dari pandemi.

"Meskipun kenaikan suku bunga dapat menahan daya beli masyarakat dalam jangka pendek, kami optimis dapat bertahan untuk meraih target perusahaan yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas land sinar mas sinar mas group properti bisnis properti emiten properti penjualan properti
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top