Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab Cadangan Devisa September 2022 Anjlok US$1,4 Miliar

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2022 sebesar US$130,8 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  12:03 WIB
Penyebab Cadangan Devisa September 2022 Anjlok US$1,4 Miliar
Ilustrasi cadangan devisa Indonesia dalam mata uang dolar AS - Dok. Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkap dua faktor yang menyebabkan turunnya cadangan devisa indonesia pada September 2022.

"Penurunan posisi cadangan devisa pada periode tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/10/2022).

BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2022 sebesar US$130,8 miliar.

Posisi ini turun sebesar US$1,4 miliar dari posisi pada akhir Agustus 2022 sebesar US$132,2 miliar.

Selain itu, dia mengungkapkan penyebab lainnya terdapat kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Posisi cadangan devisa tersebut disebutkan setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," jelasnya.

Posisi cadangan devisa pada September 2022 ini pun masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/10/2022).

Erwin menambahkan cadangan devisa RI diperkirakan tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

“Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan bahwa pada September 2022 terjadi capital outflow yang tinggi menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Kondisi ini memicu intervensi BI dan berdampak pada penurunan cadangan devisa.

“Adanya capital outflow secara bersamaan membuat rupiah melemah dan menurunkan cadangan devisa. Intervensi yang dilakukan BI juga turut menurunkan cadangan devisa,” katanya.

Di sisi lain, Riefky mengatakan bahwa pemerintah pada September 2022 juga melakukan penerbitan global bonds sebesar US$2,6 miliar. Hal inilah yang menjadi faktor penahan turunnya cadangan devisa.

Dia memperkirakan, posisi cadangan devisa Indonesia ke depan masih akan melanjutkan tren penurunan yang dipengaruhi oleh berlanjutnya arus modal dan mulai surutnya windfall komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cadangan devisa Bank Indonesia
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top