Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenko Perekonomian Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,2 Persen

Pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK), penjualan ritel, neraca transaksi berjalan, hingga neraca perdagangan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 28 September 2022  |  13:20 WIB
Kemenko Perekonomian Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,2 Persen
Sekretaris Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memberikan keterangan kepada wartawan ketika ditemui usai talkshow "Pencapaian Program Ekonomi Pemerintahan Jokowi & JK" di Kabupaten Jember, Rabu (21/11). - Bisnis/Rinaldi Mohammad Azka
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapat 5,2 persen pada tahun ini, di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, keyakinan tersebut tercermin dari sejumlah indikator makro mulai dari Indeks Harga Konsumen (IHK), penjualan ritel, neraca transaksi berjalan, hingga neraca perdagangan yang cukup baik.

“Sehingga kita lihat kedepan, kita sangat optimistis, dan kita lihat semua indikator makro kita mengindikasikan ekonomi kita akan sangat optimis ke depan, di tengah-tengah kondisi ekonomi global yang penuh ancaman ketidakpastian dan potensi krisis [pangan, energi, dan keuangan],” kata Susi dalam Sosialisasi G20 di UGM, Yogyakarta, yang dipantau secara daring pada Rabu (28/9/2022).

Sebagaimana diketahui, di tengah krisis global saat ini, Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan di level 5,44 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2022. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang berada di sekitar 5,2-5,3 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah juga menyoroti angka konsumsi rumah tangga dimana pertumbuhannya berada di atas 5 persen, menunjukkan denyut ekonomi sudah mulai kembali bergerak seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia.

Meski mencatatkan prestasi yang luar biasa, Susi meminta semua pihak untuk menjaga momentum baik tersebut.

“Ini yang harus kita jaga, momentum ekonomi cukup bagus, perlu dukungan  dari semuanya, di tengah-tengah global yang tidak menentu,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat menembus angka 5,3 persen yoy. "Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa ke atas, dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Agustus 2022, Selasa (23/8/2022).

Dia menuturkan konsumsi swasta tumbuh tinggi didukung dengan kenaikan pendapatan, tersedianya pembiayaan kredit dan semakin menguatnya keyakinan konsumen seiring dengan meningkatnya mobilitas.

Dorongan terhadap konsumsi rumah tangga tersebut, kata Perry, didukung oleh kebijakan pemerintah yang menambah bansos seperti BLT BBM hingga BSU untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok bawah dari dampak kenaikan inflasi sebagai konsekuensi pengalihan subsidi BBM.

“Kenaikan permintaan domestik juga terjadi pada investasi khususnya investasi non-bangunan,” ujarnya.

Kemudian dari sisi eksternal, kinerja ekspor juga terus membaik, terutama ekspor CPO, batubara, serta besi dan baja. Permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat dan kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor cpo dan pelonggaran akses masuk wisatawan mancanegara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ekonomi Bank Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top