Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Kecipratan PMN tapi Bentuknya Barang Milik Negara, Apa Itu?

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan salah satu dari delapan BUMN yang mendapatkan PMN bukan dalam bentuk tunai.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 23 September 2022  |  06:59 WIB
ASDP Kecipratan PMN tapi Bentuknya Barang Milik Negara, Apa Itu?
Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) bermuatan kendaraan bermotor dan penumpang menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019). PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pontianak memberlakukan sistem pembayaran nontunai untuk pembelian tiket penyeberangan KMP guna mempermudah transaksi serta mendukung program Gerakan Nasional Nontunai yang dicanangkan pemerintah. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam bentuk Barang Milik Negara (BMN). ASDP merupakan salah satu dari delapan BUMN yang mendapatkan PMN bukan dalam bentuk tunai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa BUMN operator penyeberangan dan pelabuhan itu mendapatkan sejumlah barang milik negara yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nilainya setara dengan Rp204,65 miliar.

“Kemudian ASDP Indonesia Ferry mendapatkan barang milik negara senilai Rp204,656 miliar dalam bentuk Kapal Penumpang KMP Drajat Paciran, KMP Mamberamo Foja, KMP Kokonao, KMP Lakaan, dan KMP Lompa,” terang Sri Mulyani saat rapat bersama Komisi XI DPR hari ini, Kamis (22/9/2022).

Bendahara Negara menjelaskan bahwa BMN yang diberikan kepada ASDP melalui skema PMN merupakan milik Kemenhub yang dibiayai dari APBN. Oleh sebab itu, lima kapal tersebut nantinya akan dihibahkan kepada APBN.

Selain ASDP, BUMN maupun perseroan terbatas lain yang diberikan BMN dalam skema PMN pada UU APBN 2022 yakni PT Bio Farma (Persero), PT Hutama Karya (Persero), Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia, Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta, PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Sejahtera Eka Graha.

Adapun, tahun ini ASDP memprediksi bisa mencetak laba yang lebih tinggi pada 2022. Perseroan memprediksi bisa laba sepanjang 2022 bisa mencapai Rp541,06 miliar atau tumbuh 65,82 persen dari 2021 ,yakni Rp326,30 miliar.

Proyeksi pendapatan tersebut diraih dari target produksi penumpang maupun kendaraan yang lebih tinggi dari 2021. ASDP menargetkan hingga akhir tahun dapat melayani 4,63 juta penumpang dan kendaraan sebanyak 5,9 juta unit kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmn asdp penyertaan modal negara BUMN
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top