Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dikecam AS, Bank Turki Blokir Sistem Pembayaran Mir dari Rusia

Keputasan dua dari lima bank Turki merespons peringatan AS mencerminkan upaya negara tersebut menghindari konflik keuangan antara Barat dan Rusia.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 21 September 2022  |  07:18 WIB
Dikecam AS, Bank Turki Blokir Sistem Pembayaran Mir dari Rusia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin. - The Moscow Times
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak dua bank Turki Isbank dan Denizbank Emirates NBD berhenti menggunakan sistem pembayaran  Mir dari Rusia, menyusul Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/9/2022), keputusan tersebut muncul setelah Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan Amerika Serikat atau OFAC, pekan lalu memperingatkan lembaga keuangan agar tidak memasuki perjanjian baru atau memperluas yang sudah ada dengan operator kartu Mir Rusia.

Keputasan dua dari lima bank Turki yang menggunakan Mir mencerminkan upaya negara tersebut menghindari konflik keuangan antara Barat dan Rusia. Pemerintah Turki masih cenderung mengambil sikap diplomatik yang seimbang terkait konflik antara Ukraina dan Rusia yang telah meluas. 

Turki yang juga anggota NATO pada prinsipnya menentang sanksi dari Negara Barat terhadap Rusia. Akan tetapi Turki juga mengutuk serangan Rusia dan mengirim drone bersenjata ke Ukraina sebagai bagian dari keseimbangan diplomatiknya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga harus melakukan tindakan penyeimbangan yang rumit sejak invasi dimulai pada Februari. Dia merepresentasikan Turki sebagai mediator dan membantu menegosiasikan kesepakatan untuk melanjutkan pengiriman biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

Hubungan Erdogan dengan Ukraina termasuk pasokan senjata seperti drone, telah membuat Moskow marah. Namun, Ankara tetap menjadi mitra utama Putin karena sanksi internasional yang dijatuhkan atas invasi Rusia menutup rute lain untuk perdagangan dan investasi.

Erdogan mengatakan setelah pertemuan 5 Agustus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sistem Mir tersebut akan memfasilitasi pariwisata antara kedua negara. Kedua pemimpin menjanjikan hubungan yang lebih erat dan menyetujui pembayaran energi dalam mata uang lokal pada pertemuan itu di kota Sochi di Laut Hitam.

Pemulihan hubungan justru membuat beberapa sekutu Turki dari Barat khawatir jika Ankara terlalu dekat dengan Moskow, sehingga memberikan contoh untuk diikuti.

Selain itu, Departemen Keuangan Amerika Serikat telah memperingatkan perusahaan-perusahaan Turki untuk melakukan bisnis dengan entitas dan individu Rusia yang ditunjuk dapat mengakibatkan sanksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki perbankan sistem pembayaran amerika serikat ekonomi global Rusia Perang Rusia Ukraina
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top