Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turun Jadi US$400,4 Miliar, BI Sebut Utang Luar Negeri RI Terkendali dan Sehat

Utang Luar Negeri Indonesia pada Juli 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB yang terjaga di kisaran 30,7 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 September 2022  |  19:03 WIB
Turun Jadi US$400,4 Miliar, BI Sebut Utang Luar Negeri RI Terkendali dan Sehat
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia - Bisnis / Himawan L Nugraha\r\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat turun menjadi US$400,4 miliar, dari bulan sebelumnya sebesar US$403,6 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) mengatakan posisi ULN tersebut turun sebesar 4,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terjadi baik pada ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” katanya dalam keterangan  resmi, Kamis (15/9/2022).

Dia menyampaikan, ULN Indonesia pada bulan Juli 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga di kisaran 30,7 persen.

Rasio tersebut turun dibandingkan dengan rasio bulan sebelumnya sebesar 31,8 persen. 

“Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,8 persen dari total ULN,” jelasnya.

BI mencatat, posisi ULN pemerintah pada Juli 2022 sebesar US$185,6 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$187,3 miliar, juga turun dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar 9,9 persen.

Penurunan ULN Pemerintah disebabkan adanya pergeseran penempatan dana oleh investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. 

Di sisi lain, instrumen pinjaman mengalami kenaikan posisi dari bulan sebelumnya yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek, baik untuk penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur maupun untuk pembangunan proyek dan program lainnya. 

Sejalan dengan itu, posisi ULN swasta pada Juli 2022 tercatat sebesar US$206,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar US$207,7 miliar, juga terkontraksi sebesar 1,2 persen secara tahunan.

Erwin mengatakan, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. 

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang luar negeri utang pemerintah Bank Indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top