Masih Kuat! Neraca Perdagangan RI Agustus 2022 Surplus US$5,76 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2022 surplus US$5,76 miliar.
Ilustrasi  neraca perdagangan Indonesia pada Agusus 2022 tercatat surplus US$5,76 miliar. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi neraca perdagangan Indonesia pada Agusus 2022 tercatat surplus US$5,76 miliar. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Angka neraca perdagangan Indonesia pada Agusus 2022 tercatat surplus US$5,76 miliar. Realisasi ini merupakan surplus neraca dagang beruntun dalam 28 bulan terakhir atau sejak Mei 2022. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan surplus ini jauh lebih tinggi dari surplus bulanan pada Juli 2022, sebesar US$4,23 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2022 tercatat US$27,91 miliar atau naik 9,17 persen dibanding bulan Juli 2022 (month to month/mtm).

​"Neraca perdagangan Indonesia Agustus 2022 mengalami surplus US$5,76 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$7,74 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,98 miliar," katanya, Kamis (15/9/2022).

Jika dibandingkan Agustus 2021 (year-on-year/yoy), ekspor Indonesia pada Agustus 2022 naik 30,15 persen dari sebelumnya US$21,44 miliar (yoy).

Dia mengatakan kenaikan nilai ekspor pada Agustus 2022 ditopang oleh ekspor nonmigas dan migas, yang masing-masing meningkat 8,24 persen dan 25,59 persen. Peningkatan terbesar ekspor secara mtm untuk seluruh sektor mengalami peningkatan, kecuali sektor pertambangan.

Setianto mengatakan peningkatan ekspor terbesar terjadi pada sektor industri US$19,79 miliar, tambang US$5,95 miliar, dilanjutkan komoditas US$1,72 miliar, dan pertanian US$0,45 miliar.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Agustus 2022, yaitu China (US$6,16 miliar), disusul Amerika Serikat (US$2,59 miliar), dan India (US$2,47 miliar).

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Agustus 2022 tercatat US$22,15 miliar atau naik persen 3,77 persen dibandingkan Juli 2022 (mtm). Jika dibandingkan pada Agustus 2021 (yoy), nilai impor naik 32,81 persen yang sebelumnya mencapai US$16,68 miliar.

"Secara mtm, impor nonmigas meningkat 9,23 persen, sementara impor migas turun 16,92 persen," imbuhnya.

BPS mencatat oeningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Agustus 2022 dibandingkan Juli 2022, yaitu mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$357,2 juta atau sebesar 13,63 persen.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari–Agustus 2022, yaitu China US$44,59 miliar (33,77 persen), Jepang US$11,35 miliar (8,60 persen), Thailand US$7,68 miliar (5,82 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper