Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap Macet! Pengguna Ojol Bakal Beralih ke Motor Pribadi

Pengamat tata kota memprediksi pengguna ojol bakal beralih ke motor pribadi setelah pemerintah menaikkan harga BBM.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2022  |  06:05 WIB
Siap-siap Macet! Pengguna Ojol Bakal Beralih ke Motor Pribadi
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat transportasi dan tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai kenaikan tarif ojek online (ojol) yang mulai berlaku Minggu (11/9/2022) bakal membuat banyak pengguna ojol beralih menggunakan sepeda motor pribadi.

Menurutnya, pengguna ojol memilih kembali menggunakan motor pribadi lantaran lebih hemat. Apalagi, setelah harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi mengalami kenaikan. 

"Orang akan lebih banyak pindah ke sepeda motor, karena sepeda motor itu luar biasa. Motor baru itu, untuk setiap satu liternya ada yang bisa [mencapai jarak] 62 km," katanya dalam rilis survei nasional Polling Institute bertajuk "Kenaikan Tarif Ojek Online di Mata Pengguna dan Pengemudi" seperti dikutip dari Antara, Senin (12/9/202).

Dia mengungkapkan jika penggunaan satu liter BBM pada sepeda motor bisa untuk jarak 40 km, maka bisa dibandingkan berapa besar efisiensi yang bisa dilakukan pelaju dengan menggunakan angkutan umum atau ojol.

Menurunya, survei mengatakan bahwa kemungkinan besar orang akan pindah ke sepeda motor kemungkinan besar benar.

"Karena kekuatan motor adalah pada super hematnya dalam konteks penggunaan energi dengan jarak yang ditempuh," imbuhnya.

Dalam simulasi yang dilakukan Yayat, dalam satu liter BBM bisa digunakan selama dua hari pulang-pergi (PP) untuk jarak tempuh sekitar 10 km.

Padahal biaya yang sama jika digunakan untuk angkutan umum atau ojol, hanya bisa digunakan untuk sekali perjalanan.

Dia juga mencontohkan, jika jarak rumahnya ke stasiun sejauh sembilan km dengan tarifnya Rp24 ribu, maka perjalanan PP sudah menghabiskan Rp50 ribu.

Apabbila biaya tersebut dikonversi dengan naik motor pribadi, maka totalnya bisa mencapai jarak tempuh 200-300 km untuk BBM jenis Pertalite.

"Jarak tempuh dekat, tapi mahal dengan naik angkot dan ojol kemungkinan besar akan membuat orang mau berpindah [ke motor pribadi] karena menghemat luar biasa. Kenapa? Karena gaji tidak naik, kalau gaji naik tidak apa-apa, tapi gaji tidak naik, BLT tidak cukup," imbuhnya.

Yayat juga menyoroti kenaikan tarif ojol akan cukup membebani rumah tangga karena banyak anak sekolah atau pelajar yang menggunakan jasa ojek online.

Sayangnya, pelajar adalah kelompok yang tidak memiliki penghasilan sehingga beban tersebut akan kembali ke orang tua atau kepala rumah tangga.

Dia juga menilai pilihan masyarakat untuk menggunakan sepeda motor juga tidak bisa disalahkan. Pasalnya, minimnya pendapatan dan makin mahalnya biaya hidup mengharuskan mereka untuk mencari opsi penghematan.

"Masyarakat yang penghasilannya terbatas, kurang dari Rp4 juta [per bulan], itulah yang paling rentan dengan kenaikan tarif transportasi. Jadi, pilihan pendukung mengapa orang pindah ke sepeda motor, tidak boleh disalahkan. Dengan minimnya pendapatan dan semakin mahalnya biaya hidup, maka agak sulit menyalahkan masyarakat ketika memilih harus menggunakan sepeda motor," kata Yayat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarif ojol Harga BBM sepeda motor

Sumber : Antara

Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top