Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Ekspansi Produk Suplemen Kesehatan dan Obat ke Nigeria

Indonesia promosikan produk suplemen kesehatan dan obat ke Nigeria lewat pameran dagang Medic West Africa (MWA)
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 12 September 2022  |  21:51 WIB
Indonesia Ekspansi Produk Suplemen Kesehatan dan Obat ke Nigeria
Ilustrasi suplemen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia melakukan ekspansi produk suplemen kesehatan dan obat ke Nigeria lewat Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos dengan promosi produk kesehatan pada pameran dagang Medic West Africa (MWA) pada 7- 9 September 2022 bertempat di Landmark Centre Lagos, Nigeria.

Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menyebutkan, potensi transaksi pada MWA tahun ini tercatat US$560 ribu.

“Upaya promosi aktif ITPC Lagos melalui pameran cukup mengundang minat pengusaha Nigeria dan negara sekitarnya. Potensi transaksi USD 560 ribu tersebut terdiri dari produk etikel Kalbe obat untuk pasien diabetes; produk vitamin E dan antiseptik Kimia Farma, dan produk vitamin Dexa Medica,” ujar Hendro dalam siaran pers, Senin (12/9/2022).

Hendro menambahkan, tiga perusahaan Indonesia berpartisipasi langsung menampilkan produk pada stan ITPC Lagos. Partisipan tersebut yaitu PT Kalbe International (suplemen makanan dan minuman kesehatan), PT Dexa Medica (obat dan multivitamin), dan PT Kimia Farma melalui distributor lokal Topwide Nigeria Ltd (vitamin E dan antiseptik yang baru masuk ke Nigeria pada bulan lalu).

Menurut Hendro, minat pengunjung yang cukup tinggi terlihat selama tiga hari penyelenggaraan pameran. Hal ini juga ditandai dengan banyaknya inkuiri tertulis dari para pengunjung stan ITPC Lagos kepada Kalbe Internasional sebanyak 40 inkuiri, Dexa Medica 71 inkuiri, dan Kimia Farma 41 inkuiri.

“Pameran ini menarik bagi pelaku usaha farmasi dan produsen alat kesehatan yang ingin menembus Nigeria dan sekitarnya. Indonesia menampilkan beberapa produk seperti makanan dan susu diabetes, serta minuman kesehatan jahe yang menjadi daya tarik peserta pameran MWA di paviliun ITPC Lagos. Selain itu, antiseptik Kimia Farma juga diminati karena kemasan yang menarik,” urai Hendro.

Hendro mengutarakan, saat ini, beberapa obat bebas (over the counter/OTC) asal Indonesia sudah memimpin di pasar Nigeria, seperti Procold, Boska dan Sudrex. Dengan kata lain, produk kesehatan dari Indonesia mendapatkan penerimaan yang sangat baik di pasar Nigeria. Hal ini merupakan momentum yang baik bagi para perusahaan eksportir produk kesehatan Indonesia untuk dapat lebih agresif memasuki pasar Nigeria.

ITPC Lagos mencatat, 500 ekshibitor dari perusahaan Nigeria dan negara-negara seperti Jerman, Pakistan, India, RRT, UK, Turki, Dubai, berpartisipasi dalam MWA 2022. Paviliun Jerman, Pakistan, India, dan RRT menampilkan peralatan kesehatan dengan teknologi modern (ultrasonografi, pindai, bedah, dan unit perawatan intensif).

Hendro mengungkapkan, selain berencana untuk menampilkan produk alkes Indonesia pada MWA berikutnya, ITPC Lagos juga berharap lebih banyak calon distributor dari negara tetangga dapat hadir tahun mendatang.

MWA adalah pameran dagang internasional yang menampilkan produk kesehatan (healthcare) terbesar di Afrika Barat. Hingga hari terakhir penyelenggaraan MWA, sekitar 5 ribu pengunjung tercatat hadir secara langsung dari seluruh negara bagian di Nigeria dan beberapa negara-negara Afrika Barat lainnya.

Berdasarkan data Trademap, total nilai impor produk farmasi HS 30 (pharmaceutical products) Nigeria dari dunia pada 2021 mencapai US$1,36 miliar. Negara terbesar penyuplai Nigeria adalah India, Belanda, RRT, dan Dubai. Adapun Indonesia menyuplai Nigeria sejumlah US$15 juta dan menduduki posisi ke-15 penyuplai ke Nigeria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan obat ekspansi nigeria
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top