Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nestle Pulihkan Produksi Susu Usai Terdampak PMK

Nestle Indonesia bersama peternak sapi berusaha mengembalikan produksi susu yang sempat turun akibat PMK hingga lebih dari 30 persen.
Logo Nestle di kantor pusat Nestle SA di Vevey, Swiss, pada Selasa (12/2/2019).Bloomberg/Stefan Wermuth
Logo Nestle di kantor pusat Nestle SA di Vevey, Swiss, pada Selasa (12/2/2019).Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA – Nestle Indonesia yang turut terdampak akibat wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang sapi perah mengungkapkan kini pihaknya tengah dalam proses pemulihan atau recovery.

Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menyampaikan pihaknya bersama peternak sapi berusaha mengembalikan produksi susu yang sempat turun akibat PMK hingga lebih dari 30 persen.

“Sekarang kami ingin fokus recovery pasca PMK, selain bagaimana mencari suplai, bagaimana melahirkan sapi sapi baru yang bisa lebih fit sehingga suplai bisa sama sebelum PMK,” ujarnya dalam Media Gathering Nestle di Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Nestle Indonesia, meski terdampak PMK, masih terus menggunakan susu produksi lokal dan berusaha untuk tidak melakukan impor susu.

Sufintri menjelaskan dengan adanya wabah PMK yang menyerang peternak di Jawa Timur tentu memberikan dampak yang luar biasa, karena salah satu produknya, yaitu Bear Brand, diproduksi di Jawa Timur dan mengandalkan sapi perah dari daerah tersebut.

Mengacu dari data Kementerian Pertanian (Kementan), Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus tertinggi PMK, yaitu sebanyak 179.857 ekor positif sementara 2.934 ekor mati. Sementara secara umum sapi perah yang terdampak PMK sebanyak 71.854 ekor, mati 3.938 ekor, dan sembuh 54.943 ekor.

Sufintri menyampaikan bahwa vaksin yang telah hadir dan diprioritaskan untuk sapi perah menjadi angin segar bagi industri susu salah satunya Nestle.

“Kami apresiasi pemerintah yang sudah memutuskan untuk vakisnasi pertama diberikan kepada sapi perah karena buat kami yang melihat kondisi di lapangan, ini isu pmk bukan hanya ekonomi, tapi jadi krisis mental dan sosial karena banyak peternak yang memutuskan banting setir,” lanjutnya.

Meski demikian, dia menyebutkan bahwa kondisi saat ini tidak dapat kembali seperti sebelum PMK karena membutuhkan waktu, baik dari sisi produksi dan jumlah peternak serta sapi.

Sementara itu, selain fokus pada pemulihan, Nestle juga memberikan dukungan, inisiatif, dan pendampingan kepada peternak sapi perah yang terdampak PMK. Salah satu langkah Nestle yaitu melakukan edukasi seputar PMK, mendistribusikan disinfektan, vaksin, serta obat-obatan pada awal wabah PMK senilai Rp1,2 miliar.

Nestle juga membantu dalam koordinasi persiapan dan penjemputan vaksin dari Jakarta ke lokasi sentra sapi perah. Kemudian melakukan percepatanpemulihan kondisi sapi yang terdampak dengan molasses (pakan tinggi karbohidrat), mineral, dan yeast.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper