Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Cadangan Devisa Indonesia Berpotensi Tergerus Bulan Depan

Ekonom memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia berpotensi tergerus gara-gara kebijakan The Fed yang hawkish.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 08 September 2022  |  13:01 WIB
Waspada! Cadangan Devisa Indonesia Berpotensi Tergerus Bulan Depan
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Cadangan devisa Indonesia berpotensi tergerus akibat sentimen pasar terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan masih akan hawkish pada September 2022. 

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia stabil, yaitu sebesar US$132,2 miliar pada Agustus 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala Ekonom Bank Permata  Josua Pardede menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa yang tetap pada Agustus 2022 mengindikasikan terjadi aliran modal masuk. Di sisi lain, langkah stabilisasi nilai tukar rupiah mendorong penurunan cadangan devisa. Namun demikian, dia memperkirakan cadangan devisa ke depan cenderung naik terbatas, meski sentimen di pasar keuangan mulai membaik. 

“Memang di bulan September, akibat sentimen hawkish the Fed, cadangan devisa berpotensi kembali turun,” katanya kepada Bisnis, Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, Josua mengatakan momentum iklim investasi di pasar keuangan domestik akan tetap terjaga meski kenaikan harga BBM mendorong potensi kenaikan inflasi dan direspons dengan ekspektasi kenaikan suku bunga BI.

Di samping itu, menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga mendukung produktivitas belanja yang selanjutnya akan berimplikasi pada kesinambungan fiskal dan produktivitas utang yang pada akhirnya akan membatasi penurunan kepemilikan investor asing pada SBN kedepannya. 

“Prospek pemulihan ekonomi domestik juga akan tetap mendukung aliran modal asing di pasar saham domestik. Pada akhir 2022, cadangan devisa diperkirakan berada pada kisaran US$134–US$135 miliar,” ujar Josua.

Kepala Departemen  Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan bahwa perkembangan posisi cadangan devisa pada Agustus 2022 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta devisa migas, di tengah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah akibat masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” tulisnya dalam keterangan resmi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cadangan devisa the fed Bank Indonesia
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top