Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daikin Produsen AC Jepang Investasi Rp3,3 Triliun di Indonesia pada 2024

Daikin akan melakukan investasi di Indonesia senilai Rp3,3 triliun untuk produksi AC rumah tangga pada 2024.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 September 2022  |  13:14 WIB
Daikin Produsen AC Jepang Investasi Rp3,3 Triliun di Indonesia pada 2024
Ilustrasi Daikin. - Dok. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Daikin Global, produsen AC rumah tangga asal Jepang, bakal investasi Rp3,3 triliun di Indonesia pada 2024.

Rencana produksi AC dari investasi tersebut akan diimplementasikan melalui perusahaan baru yang akan didirikan Daikin Global di Indonesia pada semester II/2024, yakni PT Daikin Industries Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pabrik AC anyar itu akan dibangun di Greenland International Industrial Center (GIIC) di Bekasi, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi sebanyak 1,5 juta unit per tahun.

"Melalui investasi ini, diperkirakan Daikin mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1.600-2.500 orang," kata Agus melalui rilis resmi seperti dikutip, Senin (5/8/2022).

Saat ini, PT Daikin Global melakukan produksi di Tanah Air, salah satunya melalui PT Daikin Manufacturing Indonesia dengan produksi AC tipe ducting (lebih dari 5 HP) dan Air Handling Units (AHU).

Agus mengatakan investasi senilai Rp3,3 triliun tersebut menjadi katalis positif bagi tren investasi di industri manufaktur Indonesia. Pada paruh pertama 2022, manufaktur tercatat meraup investasi senilai Rp230,8 triliun.

Realisasi tersebut berkontribusi sebesar 39,5 persen dari total investasi nasional semester I/2022 senilai Rp584,6 triliun dari skema penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Di industri manufaktur, nilai investasi semester I/2022 tercatat naik 38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi investasi di manufaktur tahun ini naik dari Rp167,1 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp230,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kemenperin investasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top