Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: BBM Nonsubsidi Turun hingga Industri Knalpot Hadapi Mobil Listrik

Lima berita pilihan BisnisIndonesia.id hari ini, Kamis (1/9/2022) mulai dari BBM nonsubsidi yang turun harga hingga tantangan industri knalpot hadapi tren mobil
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 01 September 2022  |  09:35 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: BBM Nonsubsidi Turun hingga Industri Knalpot Hadapi Mobil Listrik
Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) untuk pertama kalinya di Kantor Pos Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Rabu, (31/8/2022). /Foto: BPMI Setpres - Laily Rachev
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah beberapa kali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebagai respons atas tingginya harga minyak dunia, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Di tengah kian ramainya isu kenaikan harga BBM bersubsidi, Pertamina malah membuat kejutan dengan menurunkan harga ketiga jenis BBM nonsubsidi tersebut yang berlaku mulai 1 September 2022.

Berita tentang BBM nonsubsidi turun harga menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Kamis (1/9/2022). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight BisnisIndonesia.id:

 

1.       Komitmen ICBP Pulihkan Kinerja Laba yang Anjlok 40 Persen

Tekanan berat kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina tak dapat dielakkan oleh emiten produsen mi instan legendaris Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Pada paruh pertama tahun ini, labanya anjlok 40 persen secara tahunan.

Penjualan perseroan sejatinya masih tumbuh dengan cukup sehat pada paruh pertama tahun ini, yakni naik 15,6 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp32,59 triliun. Sayangnya, beban pokok dan beban usahanya meningkat cukup tinggi.

Beban pokok tercatat meningkat 24,9 persen YoY menjadi Rp22,2 triliun. Kenaikan beban pokok ini terutama ditopang oleh naiknya beban bahan baku sebesar 30,2 persen YoY menjadi Rp17,85 triliun. Hal ini tentu tidak terlepas dari kenaikan harga gandum global akibat perang Rusia-Ukraina.

Naiknya beban pokok tersebut menjadikan laba bruto perseroan tinggal Rp10,4 triliun, turun tipis 0,3 persen YoY dari Rp10,43 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

 

2.       Pilah-Pilah Saham Tambang Grup Bakrie, Mana Paling Moncer?

Saham emiten-emiten Grup Bakrie bertengger di zona hijau usai mengumumkan rapor kinerja paruh pertama yang terbilang positif. Meskipun hanya  PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang belum mengumumkan laporan keuangan.

Mengutip data Bloomberg,misalnya saja saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) terpantau menguat 3,17 persen atau 8 poin ke Rp260. Dalam sepekan pun kinerja sahamnya juga mengalami kenaikan 17,12 persen.  Emiten berkapitalisasi pasar Rp6,45 triliun ini juga mencetak pertumbuhan harga saham hingga 154, 90 persen sepanjang tahun berjalan. Sementara dalam satu tahun harga saham melonjak hingga 96,97 persen.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, emiten dengan kode saham ENRG ini mencetak laba bersih sebesar US$25,83 juta, tumbuh 101 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$12,85 juta.

Laba tersebut berasal dari pendapatan penjualan senilai US$230,18 juta, atau naik 38 persen dari tahun sebelumnya senilai US$166,31 juta. Selain itu, EBITDA ENRG tercatat bertumbuh 27 persen dari US$122,29 juta pada semester pertama 2021 menjadi US$155,45 juta pada semester pertama tahun ini.

 

3.       September Ceria, BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Harga

Dalam laman resmi MyPertamina, diketahui rata-rata penurunan harga BBM nonsubsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dexlite sebesar Rp2.000 per liter. Namun, penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut di setiap daerah memiliki nominal yang berbeda.

Adapun, harga BBM Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penurunan menjadi Rp15.900 per liter dari sebelumnya seharga Rp17.900 per liter. Kemudian, harga Dexlite turun menjadi Rp17.100 per liter dari sebelumnya Rp17.800 per liter.

Selanjutnya, harga Pertamina Dex turun menjadi Rp17.400 dari yang awalnya Rp18.900 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi jenis Pertalite masih berada di angka Rp7.650 per liter pada pukul 06.00 WIB hari ini, Kamis (1/9/2022).

 

4.       Kelanjutan Pengetatan The Fed pada September Menguat

Sinyal kelanjutan kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) makin menguat setelah indeks ketenagakerjaan dan permintaan rumah tangga naik di luar ekspektasi pada Juli.

Pilihan Gubernur The Fed Jerome Powell untuk menapaki jalan berbatu untuk meredam inflasi dengan mengorbankan pertumbuhan ekonomi sebenarnya sudah terlihat dari pidatonya di simposium tahunan terkait kebijakan ekonomi di mana pemimpin bank sentral dunia bertemu di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat (26/8/2022).

Gubernur Powell mengatakan bahwa membawa tekanan harga turun menuju target 2 persen adalah fokus bank sentral The Fed saat ini.

 

5.       Kekhawatiran Baru Industri Knalpot Hadapi Tren Mobil Listrik

Transisi dari mobil mesin bakar internal menuju mobil listrik berbasis baterai dipastikan membuat hilangnya banyak komponen yang digunakan pada mobil, termasuk onderdil pembuangan (exhaust). Bagaimana nasib sentra industri kecil knalpot di Purbalingga?

Sejarah industri knalpot Purbalingga dimulai di Dusun Pesayangan, Purbalingga. Pada 1950-an, dusun ini mulanya dikenal sebagai pusat kerajinan logam seperti perkakas dapur dan gamelan. Kemudian pada 1977, salah satu perajin logam di Purbalingga mulai membuat knalpot, dan permintaannya terus meningkat

Pada 1980, pemasaran knalpot Purbalingga menjangkau beberapa kota di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Kemudian sekitar 1990-an, industri kerajinan knalpot mengalami perkembangan yang pesat hingga terjadi perluasan pasar ke wilayah Kembaran Kulon, Galuh, Patemon, Mrebet, Gembong, Wirasana, hingga Babakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM Grup Bakrie icbp Mobil Listrik Kebijakan The Fed
Editor : Jaffry Prabu Prakoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top