Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Hawkish, Goldman Sachs, Citigroup, dan RBC Rekomendasikan Dolar Singapura

Bank-bank besar di AS ini merekomendasikan dolar Singapura karena sikap hawkish The Fed diperkirakan meningkatkan permintaan mata uang negara ini.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 01 September 2022  |  17:49 WIB
The Fed Hawkish, Goldman Sachs, Citigroup, dan RBC Rekomendasikan Dolar Singapura
Dolar Singapura menguat sepanjang minggu ketiga Agustus setelah pemerintah Negeri Jiran tersebut mengumumkan stimulus tambahan - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Bank-bank besar di Wall Street merekomendasikan dolar Singapura di tengah ekspektasi bahwa berlanjutnya pengetatan moneter bank sentral akan mengerek permintaan untuk mata uang berkinerja terbaik di Asia Tenggara ini.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (1/9/2022), Goldman Sachs Group Inc. memfavoritkan dolar Singapura di antara mata uang Asia, bersama dengan baht Thailand. Citigroup Inc. merekomendasikan untuk membeli mata uang Singapura ini saat penurunan.

Sementara itu, RBC Capital Markets mengatakan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) — yang menggunakan valuta asing negara sebagai alat kebijakan utamanya — akan memperkuat dolar Singapura.

Meskipun reli penguatan greenback telah menghancurkan mata uang Asia tahun ini, dolar Singapura bertahan relatif baik berkat bank sentral yang hawkish dan pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Dolar Singapura melemah 3,8 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun 2022, tetapi telah menguat terhadap semua mata uang Asia kecuali dolar Hong Kong.

“Kami memperkirakan MAS akan mempertajam kemiringan nominal-effective-exchange-rate SGD sebesar 50 basis poin pada Oktober,” tulis ahli strategi Goldman Danny Suwanapruti dalam sebuah catatan penelitian, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (1/9/2022).

Namun, mereka tetap menjadikan dolar Singapura sebagai mata uang favoritnya di Asia selain Jepang.

Dolar Singapura telah mengungguli mata uang lainnya karena MAS berusaha untuk mengekang inflasi yang mengamuk pada tingkat tercepat dalam hampir 14 tahun. Bank sentral secara tak terduga memperketat kebijakan bulan lalu untuk mendinginkan tekanan harga.

Dolar Singapura terpantau melemah 0,3 persen pada Kamis (1/9/2022) ke level S$1,4012 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

goldman sachs dolar as dolar singapura
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top