Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Eropa Makin Kuat

Ekonom meyakini European Central Bank (ECB) akan menaikkan suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang telah menyentuh 9,1 persen
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 01 September 2022  |  15:21 WIB
Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Eropa Makin Kuat
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah ekonom meyakini Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang telah menyentuh 9,1 persen pada Agustus di kawasan euro.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (31/8/2022), ekonom Goldman Sachs Group Inc., Bank of America dan JPMorgan Chase & Co. memprediksi kenaikan 75 basis poin pada pertemuan berikutnya. Para investor juga meyakini kenaikan akan dilakukan pada Oktober.

Sementara itu, acuan kenaikan harga yang mendasari, tanpa barang-barang yang bergejolak seperti makanan dan energi, juga mencapai rekor baru sebesar 4,3 persen.

"Jumlah pembuat kebijakan di ECB yang lebih memilih respons lebih kuat telah bertambah," kata ekonom JPMorgan Greg Fuzesi dalam sebuah catatan kepada klien.

Data inflasi pada Agustus akan makin memicu mereka bersikap lebih ketat. Sementara ukuran relatif dari pengambil keputusan di ECB atau yang disebut sebagai Governing Council sulit untuk diukur setelah liburan musim panas, "kami sekarang menduga bahwa kenaikan 75 bps akan dilakukan pada minggu depan," lanjut Fuzesi.

Sementara itu, ekonom Goldman Sven Jaari Stehn menggarisbawahi inflasi terus melaju seiring dengan berakhirnya bantuan sosial di Jerman dan harga energi yang terus menanjak sehingga memengaruhi harga eceran.

Adapun Bank of America menilai bahwa kawasan ini sulit untuk menghindari inflasi.

"Perdebatannya sangat kompleks, tetapi campuran komunikasi baru-baru ini yang dipasangkan dengan kejutan kenaikan [inflasi] headline Agustus, dan terutama inflasi inti, berarti pergerakan yang lebih besar daripada Juli sekarang menjadi sedikit lebih mungkin," tulis para ekonom dalam laporan mereka.

Gubernur Bank of France Francois Villeroy de Galhau mengungkapkan bahwa ECB harus menunjukkan tekad dengan kenaikan suku bunga, tetapi di saat yang sama juga bertindak dengan cara yang teratur dan dapat diprediksi.

"Setelah kenaikan tarif pertama pada bulan Juli, kami akan memutuskan langkah berikutnya minggu depan: kami harus melakukannya dengan tekad tetapi dengan cara yang teratur dan dapat diprediksi," kata Villeroy kepada surat kabar Prancis Ouest France dalam sebuah wawancara.

Menurutnya, harga barang mentah mulai melandai, kecuali untuk energi, ditambah dengan kenaikan upah yang signifikan. "Namun, inflasi menyebar ke seluruh perekonomian, termasuk sektor jasa. Ini membenarkan mobilisasi kami," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecb uni eropa
Editor : Nindya Aldila
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top