Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Menhub Tambah Jumlah Angkot Feeder di LRT Palembang

Kehadiran angkot feeder disebut turut memacu jumlah pengguna LRT di Palembang dan sekitarnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  01:00 WIB
Alasan Menhub Tambah Jumlah Angkot Feeder di LRT Palembang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri (tengah) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) saat naik KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/4/2022). Kementerian Perhubungan kembali akan mengoperasikan KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi pada 10 April 2022 setelah selama delapan bulan berhenti sementara karena pembangunan jalur ganda di rute tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah - YU
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengklaim kehadiran angkot feeder (New Oplet Musi Emas) telah meningkatkan minat masyarakat Palembang dan sekitarnya dalam menggunakan angkutan massal. Khususnya penggunaan light rail transit alias LRT di kota tersebut.

Sejak beroperasi secara gratis di dua koridor pada Juni 2022 lalu, Budi menaksir sekitar 100.000 lebih penumpang telah menggunakan angkot feeder atau angkutan pengumpan untuk LRT dan bus rapid transit (BRT).

“Saya senang sejak bulan Juni kita menambah angkot feeder LRT, penumpang LRT pun turut naik 25 persen. Saya lapor presiden, beliau apresiasi, dan menugaskan agar ditambah koridor angkot feeder lagi," paparnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/8/2022).

Budi bahkan mengatakan bahwa nantinya akan ada pula angkutan feeder yang menggunakan armada jenis mobil listrik. Namun, untuk memulai langkah tersebut, masih diperlukan studi atau kajian lebih lanjut.

Menhub lantas mengimbau dilakukannya integrasi sistem pembayaran e-ticketing antarmoda angkutan massal yang ada di kota Palembang, yaitu antara angkot feeder, BRT, dan LRT.

“Pada sistem e-ticketing ada konsep first mile dan last mile. Jadi ada kepastian dari dan tujuan secara lengkap dan terukur, yang memberi kemudahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sejak peluncuran angkot feeder pada Juni lalu, jumlah penumpangnya tercatat mencapai 105.709 orang. Sejalan dengan itu, penumpang LRT per 23 Agustus 2022 juga meningkat, yaitu hingga 1,79 juta penumpang. Jika rata-rata penumpang harian bisa konsisten, maka hingga akhir tahun diproyeksikan jumlah penumpang LRT bisa melebihi masa sebelum pandemi yaitu sebanyak 2,7 juta penumpang.

Saat ini angkot feeder LRT melayani dua rute koridor, pertama yaitu lintas Talang Kelapa - Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 Km. Kemudian, rute kedua adalah lintas Asrama Haji - Sematang Borang via jalan Noerdin Pandji dengan panjang rute 40,2 kilometer.

Berikutnya, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat akan melanjutkan pengembangan layanan angkot feeder pada 2023. Terdapat lima rute atau koridor yang direncanakan, yaitu Makrayu-Palembang Icon, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor-Sukabangun I, Terminal Plaju-Tegal Binangun-Jakabaring, Komplek OPI-Komp. TOP-St. LRT DJKA, serta Perum Talang Betutu-Simpang Kades.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkot LRT menhub Budi Karya Sumadi
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top