Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Petani Perempuan, GGF Dampingi Kelompok Wanita Tani Lampung Tengah 

Program Petani Indonesia Bisa mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kemajuan kelompok petani perempuan di Indonesia.
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  21:57 WIB
Dukung Petani Perempuan, GGF Dampingi Kelompok Wanita Tani Lampung Tengah 
Pendampingan petani perempuan - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertanian menempati posisi kedua setelah industri pengolahan yang berkontribusi terhadap perekonomian dan pendapatan rumah tangga di Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertanian terhadap PDB Nasional tahun 2021 mencapai 13,7 persen. Angka ini tumbuh sebesar 1,84 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sayangnya, banyak perusahaan atau lembaga publik di sektor pertanian seringkali tidak melihat bahwa 40 persen dari aktivitas pertanian di Indonesia dijalankan oleh perempuan. 

Alhasil, lembaga perbankan jarang memberikan pendanaan karena sering melihat posisi petani perempuan bukan sebagai pengambil keputusan dalam sektor pertanian. 

Hal ini membuat petani perempuan semakin sulit mengakses pembiayaan, sarana dan prasarana produksi termasuk akses teknologi, informasi terutama dalam peningkatan pengetahuan mengenai pertanian. 

Kondisi ini membuat perempuan semakin termarjinalkan, representasi perempuan dalam kelompok tani yang rendah dan sebagainya. 

Padahal survei Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (AIP-PRISMA) di rumah tangga perdesaan menunjukkan bahwa 61 persen perempuan adalah pengambil keputusan dalam keuangan rumah tangga.

Terkait hal itu, Great Giant Foods (GGF) meluncurkan program Petani Indonesia Bisa yang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung para petani di Indonesia, khususnya petani perempuan. 

Dalam momen kemerdekaan RI ke-77, GGF melalui program Petani Indonesia Bisa melakukan pendampingan dan memberikan donasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Lampung Tengah. 

“Para petani selama ini sudah menjadi bagian penting dari rantai bisnis kami, karenanya kami ingin memberikan dukungan berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui program Petani Indonesia Bisa dan menggandeng Komunitas Wanita Tani (KWT) dari Lampung Tengah,” kata Head of FMCG GGF Eva Arisuci Rudjito di Jakarta, Senin (18/8).

Program ini melakukan pembinaan kepada KWT Lampung Tengah melalui pelbagai program yang sudah dirancang, seperti pembuatan sumur bor sebagai sarana irigasi, pembuatan rumah bibit sebagai kebutuhan pembibitan tanaman anggota KWT serta pelatihan bagaimana menerapkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. 

Project Manager Petani Indonesia Bisa, Bayu Satria mengatakan GGF juga ingin mengajak seluruh konsumen setianya untuk secara aktif memberikan dukungan nyata kepada petani yang selama ini terus berjuang untuk memberikan kualitas pangan terbaik. 

“Selain pendampingan, GGF juga menyediakan paket penjualan produk khusus melalui platform e-commerce “GGF Mart” dan setiap konsumen yang melakukan pembelian paket ini, secara otomatis akan ikut melakukan donasi senilai Rp.5.000 yang akan disumbangkan untuk KWT di Lampung Tengah,” jelas Bayu

Dalam kesempatan yang berbeda, Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani juga terus mendukung pemberdayaan perempuan di segala sektor, termasuk di UMKM dan pertanian rakyat. B20 Indonesia, kata Shinta,  menjadikan isu inklusi keuangan dan pembiayaan bagi UMKM dan pertanian rakyat, termasuk petani perempuan sebagai pilar utama kebangkitan ekonomi nasional. 

“B20 Indonesia melalui salah satu gugus tugas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pada sektor usaha, B20 WiBAC menginisiasi sebuah platform bernama One Global Women Empowerment (OGWE) guna membekali pelaku usaha dan pekerja perempuan di semua sektor termasuk pertanian dalam meningkatkan literasi keuangan, digital, memberikan akses pendanaan dan investasi,” ujar Shinta. 

Inisiasi ini merupakan dukungan kritis dalam mempercepat inklusi yang berdampak pada perempuan dalam ekonomi global melalui pengadaan infrastruktur yang aman dan mudah diakses bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesejahteraan petani sektor pertanian kredit pertanian pekerja perempuan
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top