Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iklim Investasi Migas Loyo, DPR Bocorkan Ada Perusahaan Bakal Hengkang

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno was-was ketika mendengar kabar sejumlah perusahaan migas internasional bakal hengkang dari Indonesia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  19:59 WIB
Iklim Investasi Migas Loyo, DPR Bocorkan Ada Perusahaan Bakal Hengkang
Ilustrasi blok migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno khawatir terkait dengan kabar yang santer beredar ihwal sejumlah perusahaan migas multinasional yang belakangan ingin melakukan divestasi hak pengelolaan blok mereka di Indonesia.

“Kalau kami dengar, mudah-mudahan ini tidak benar, kalau jadi kenyataan bahwa Exxon sendiri di Cepu kalau dapat harga yang tepat mereka akan keluar dari Indonesia dan Sakakemang juga ada potensi principal-nya akan divestasi dari blok tersebut,” kata Eddy saat diskusi daring, Kamis (18/8/2022).

Hal itu diungkap Eddy menyusul iklim investasi dan regulasi hulu migas di dalam negeri yang masih tidak kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain. Eddy berharap pemerintah bersama dengan parlemen dapat segera merumuskan instrumen fiskal yang menarik untuk menjaga minat investor di dalam negeri.

“Jadi PR kita cukup besar kita harus melakukan berbagai hal yang akan membuat Indonesia kembali menarik di kacamata para investor terutama yang memiliki kapasitas investasi dalam skala besar,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan sejumlah perusahaan migas kelas kakap yang sempat hengkang akhir tahun lalu kembali menyatakan minatnya untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di sejumlah lapangan prospektif di Indonesia.

Arifin mengatakan manuver itu belakangan disebabkan karena disrupsi pasokan energi di tengah tensi geopolitik perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan distribusi dan harga komoditas minyak dan gas makin ketat sejak awal tahun ini.

Tak hanya itu, temuan sumber daya gas di Blok Andaman II turut menjadi faktor pendorong ketertarikan perusahaan global itu kembali ke Indonesia.

“Beberapa international company besar-besar yang dulu hengkang sekarang juga sudah mau datang lagi,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Arifin mengatakan kementeriannya juga sempat melakukan roadshow atau penjajakan rutin ke sejumlah perusahaan global itu untuk membicarakan potensi temuan sumber daya migas yang terbilang prospektif di Tanah Air.

“Sekarang hasil dari roadshow ini sudah ada respons sudah ada tanda-tanda tinggal kita bagaimana menyambutnya,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas investasi divestasi hulu migas
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top