Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dialog B20-G20 Indonesia Bahas Masa Depan Pendidikan dan Dunia Kerja

B20 Indonesia mengadakan webinar secara hybrid terkait dengan pendidikan dan peluang kerja di masa depan
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  09:22 WIB
Dialog B20-G20 Indonesia Bahas Masa Depan Pendidikan dan Dunia Kerja
Foto: Dok. KADIN Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - The Future of Work & Education Task Force (FOWE TF) menyelenggarakan Side Event B20 Indonesia webinar secara hybrid terkait dengan pendidikan dan peluang kerja di masa depan, Senin (15/8/2022). Selain secara daring, acara luring juga diselenggarakan secara langsung di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta. 

Acara sampingan ini selaras dengan tujuan Presidensi B20 Indonesia yang ingin meningkatkan kesadaran pentingnya pekerjaan dan pendidikan dalam mendorong pemulihan, pertumbuhan, dan transformasi ekonomi di masa depan. 

Sejumlah menteri direncanakan hadir dalam acara side event ini di antaranya, Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah; Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan-Ristek Nadiem Makarim. 

Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan pembahasan mengenai langkah apa yang harus kita lakukan untuk memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, terutama dalam hal pendidikan adalah kunci pekerjaan di masa depan. Menurutnya, perlu format pendidikan yang menghasilkan keterampilan praktis bagi masyarakat dan membuatnya tumbuh di tengah dinamika industri saat ini. 

Shinta menjelaskan, FOWE TF telah merumuskan tiga rekomendasi kebijakan untuk dibawa dalam KTT G20 dan diharapkan bisa diimplementasikan oleh seluruh negara di dunia dalam rangka menjawab tantangan di masa yang akan datang. 

Rekomendasi pertama, penciptaan pekerjaan berkelanjutan yang mendorong penciptaan lapangan kerja pasca pandemi dan selaras dengan sektor pekerjaan yang akan ada di masa depan. Rekomendasi kedua, pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan produktivitas dunia kerja. Skema ini untuk mengatasi kesenjangan keterampilan SDM dengan situasi dunia kerja serta mendorong pembelajaran seumur hidup agar kita terus meningkatkan kualitas hidup. 

Rekomendasi ketiga, keterlibatan dan penyertaan. Langkah ini ingin memastikan semua masyarakat terlibat dalam upaya pemulihan dan pertumbuhan secara bersama, tanpa ada diskriminasi pasca pandemi. Hal ini termasuk dalam pentingnya mencari titik temu antara kurikulum instansi pendidikan dengan kebutuhan dunia industri di masa depan. 

"Untuk merespons kebutuhan dunia kerja saat ini dan ke depan, kurikulum pendidikan berbasis STEM, khususnya untuk vokasi harus didorong. Ini sejalan dengan situasi dan kebutuhan SDM untuk industri di masa depan,” ujar Shinta. 

Shinta menambahkan, perubahan lanskap bisnis yang cepat bisa membawa ancaman bagi dunia pendidikan berupa besarnya kesenjangan keahlian (skill mismatch) antara kebutuhan industri dan pendidikan. Ia berharap nantinya asosiasi atau industri dapat dilibatkan secara penuh untuk merumuskan kurikulum pendidikan. 

Penguatan Kurikulum Pendidikan Era 4.0

Sejalan dengan Shinta, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan perlunya peran aktif pengusaha nasional dalam menyediakan pendidik dan infrastruktur yang memenuhi standar kompetensi kerja. Harapannya, dunia pendidikan mampu menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan dunia usaha.                                                                                                                                                   

Terlebih lagi pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi terus mendorong keterlibatan dunia usaha, termasuk KADIN Indonesia bersama kementerian dan lembaga diarahkan untuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi. 

“Secara organisasi KADIN Indonesia terlibat untuk bisa melakukan perbaikan dalam pendidikan vokasi, termasuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi sehingga tenaga kerja memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan pada akhirnya dapat menekan pengangguran,” ujarnya. 

Arsjad menyatakan tenaga kerja Indonesia harus mampu beradaptasi pada era revolusi industri 4.0. Apalagi saat ini adopsi digitalisasi perusahaan Indonesia baru sebesar 20 persen, sedangkan di negara lain seperti Singapura, Korea, dan Tiongkok sudah mencapai 40 persen. Untuk itu, agar SDM tetap mampu bersaing di era digital, perlu menambah skill dengan cara reskilling atau upskilling. 

“KADIN Indonesia bersama FOWE Task Force B20 berupaya untuk menutup kesenjangan akses pendidikan, terutama untuk kaum perempuan, dengan mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong sistem pendidikan dan pelatihan vokasi bersama dengan keterlibatan industri untuk mempersiapkan generasi muda dan tenaga kerja Indonesia yang unggul,” jelas Arsjad.  

Sesi panel diskusi menjadi Inti acara dari side events B20 ini. Nantinya, panel diskusi akan dibagi menjadi tiga, yakni sesi pertama dengan tema Sustainable Job Creation yang menghadirkan Daniel Funes de Rioja (Co-Chair) - President of UIA & COPAL, B20 Argentina 2018 Chair; Renate Hornung-Draus (Co-Chair) - IOE - VP to ILO dan Anwar Sanusi - Chair of G20 Indonesia Employment Working Group dan pemandu diskusi Debby Alishinta (Future of Work & Education Knowledge Partner). 

Sedangkan panel kedua mengambil tema Education & Skills for Productivity dengan pembicara Dan Bryant (Co-Chair) - Senior Vice President Walmart; Dato’ Palaniappan - Chairman ASEAN Future Workforce Council dan Iwan Syahril - Chair of G20 Indonesia Education Working Group serta dipandu oleh moderator George Marantika – APTISI. 

Untuk panel ketiga akan mendiskusikan Equity & Inclusion yang akan menjadi pembicara di antaranya Ghadah Al Arifi (Co-Chair) - Dean of the College of Business Administration at Princess Nourah University, Co-founder of Cella Professional Women’s Network; Paul Soegianto - Chief of Group Digital Strategy - Astra International dan Megawaty Khie – Managing Director - Google Cloud Indonesia. Sesi ini akan dipandu oleh Tengku Dewi R, Future of Work & Education Policy Manager. 

Dalam side events ini, akan ada pidato dari perwakilan pemerintah Indonesia yang akan menjadi Presidensi B20-G20 2023. Pidato pertama dibawakan Dharmendra Pradhan, Minister for Education and Skill Development and Entrepreneurship in the Government of India dan B V R Mohan Reddy dari Confederation of Indian Industry Representative - Chairman, CII Education Council.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Forum Bisnis B20 kadin
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top