Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahaya Penyakit Jantung Terhadap Pilot, Ini Komentar Kemenhub

Penelitian Balai Layanan Umum Kesehatan Penerbangan menyebutkan penyakit jantung paling berbahaya mengancam keselamatan pilot dan kru saat penerbangan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Agustus 2022  |  09:21 WIB
Bahaya Penyakit Jantung Terhadap Pilot, Ini Komentar Kemenhub
Pilot - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mememinta para maskapai untuk selalu menjaga kondisi kesehatan para personel penerbangan meliputi para pilot, co-pilot, maupun awak kabin dalam kondisi yang sehat.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengimbakepada para maskapai selalu memastikan ketersediaan dokter untuk memantau serta memperhatikan kesehatan para personel selalu dalam kondisi prima sebelum terbang. Isnin menekankan pentingnya kesadaran memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah bagi personel penerbangan.

“Ini juga untuk menindaklanjuti publikasi dari hasil penelitian yang dilakukan Balai Layanan Umum [BLU]  Kesehatan Penerbangan, sejak bulan April yang lalu sebagai wujud peningkatan kualitas pelayanan di BLU Balai Kesehatan penerbangan, dalam menghadapi tren yang semakin variatif, dan perkembangan secara terus menerus di dunia kesehatan penerbangan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (1/8/2022).

Sementara itu, Kepala BLU Balai Kesehatan Penerbangan Capt. Mark Ferdinand dalam laporannya menyatakan bahwa otoritas penerbangan sipil menganggap bahwa penyakit kardiovaskular/jantung dan pembuluh darah, menjadi salah satu kondisi medis yang penting.

"Penyakit jantung dan pembuluh darah ini harus diperhatikan dan ditanggapi dengan serius, karena bila terjadi pada saat pilot bertugas maka akan menyebabkan inkapasitasi tugas pilot secara mendadak dan tentunya ini sangat membahayakan keselamatan penerbangan," jelasnya.

Berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.238/2018 Tentang Petunjuk Teknis Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 67-02 Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Penerbangan menyebutkan bahwa, pilot dengan kondisi kesehatan memiliki penyakit jantung harus dilakukan beberapa pemeriksaan tambahan dan intervensi. Hal itu agar dapat melakukan tugas terbang kembali

"Kami harap para personel penerbangan juga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah,” tekannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top