Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Sulap Kawasan Kumuh Apolo di Kota Tual Jadi Waterfront City

Kawasan kumuh Apolo dan Pesisir Selatan Kota Tual, Maluku akan disulap menjadi kawasan wisata perairan berkonsep waterfront city.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  14:28 WIB
PUPR Sulap Kawasan Kumuh Apolo di Kota Tual Jadi Waterfront City
Ilustrasi Pemukiman Kumuh - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengupayakan penataan kawasan kumuh Apolo dan Pesisir Selatan Kota Tual di sekitar Pantai Kiom, Maluku menjadi destinasi wisata perairan dengan konsep waterfornt city.

Penataan kawasan yang betujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Tual tersebut dikerjakan dalam periode 2021-2022 menggunakan dana APBN senilai Rp31,1 miliar.

"Saat ini tengah dilakukan pekerjaan jogging track dan fasilitas pendukungnya dengan progres konstruksi 20%," tulis KemenPUPR di akun Twitter @KemenPU, Jumat (5/8/2022).

Untuk diketahui, Waterfront City merupakan pembangunan kawasan di dekat perairan yang dinilai unik dan memiliki daya tarik wisata yang tinggi.

Nantinya pemerintah akan membangun 300 unit rumah swadaya, drainase sepanjang 1.240 meter, dan jalan lingkungan sepanjang 1.065 meter. Sehingga tak hanya fisik infrastuktur yang diperbaiki namun kualitas hidup dan lingkungan pun meningkat.

Tak hanya itu, penataan kawasan kumuh ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk 300 sambungan rumah (SR) dan instalasi penglelolaan air limbah domestik terpusat (SPALD-T) untuk 300 SR.

"Secara keseluruhan progres program penataan kawasan kumuh Apolo telah mencapai 85,3 persen," tambahnya.

Merujuk pada laporan KemenPUPR di laman resminya, kawsan kumuh Apolo di kawasan Pantai Kiom memiliki lahan seluas 8,08 hektare. Kawasan Apolo terdiri dari 442 KK atau 1.912 jiwa dengan jumlah bangunan 373 unit.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut penataan kawasan tersebut juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan masyarakat.

"Untuk pemanfaatan selanjutnya tinggal bagaimana peran Pemkot untuk pemberdayaan masyarakatnya sehingga dapat mengembangkan potensi kawasan tersebut,” kata Basuki dalam keterangan resminya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top